Warga Yogya Tolak Kepemimpinan Oesman Sapta Odang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Beberapa spanduk bernada penolakan premanisme politik terpasang di halaman Kantor DPD RI DIY di Jalan Kusumanegara, Selasa (06/06/2017). Spanduk tersebut ternyata dipasang warga yang mengatasnamakan diri sebagai masyarakat dan budaya DIY.

Budi, salah satu perwakilan masyarakat mengatakan spanduk-spanduk tersebut dipasang sebagai wujud perhatian warga pada kisruh yang terjadi di tubuh DPD RI. Menurut dia, cara premanisme yang digunakan gerbong Oesman Sapta Odang (OSO) hingga akhirnya dilantik menjadi ketua  tak layak dijadikan contoh masyarakat Indonesia.

"Sebagai salah satu barometer integritas nasional, tentu kami warga DIY tak bisa tinggal diam menyaksikan konflik di DPD mengingat sudah bukan lagi kasus internal karena mata masyarakat luas melihat wakilnya. Kami tak bisa membiarkan praktek premanisme digunakan hanya untuk meraih kekuasaan di lembaga perwakilan daerah," ungkapnya.

Aksi pemasangan spanduk tersebut menurut Budi juga sebagai bukti penolakan warga atas rencana kedatangan OSO ke kantor DPD RI DIY 8 Juni 2017 mendatang. "Gedung ini dibangun dengan uang rakyat dan tanahnya dari hibah pemda DIY bersama rakyat juga, jadi tak pantas didatangi pimpinan yang menghalalkan praktik premanisme," imbuhnya.

Warga yang juga sempat menyuarkan tujuan aksi tersebut bahkan meminta pimpinan DPD RI untuk mengurungkan niat datang ke Yogyakarta. "Lebih baik selesaikan dulu masalah hukum dan serahkan tampuk kepemimpinan pada yang berhak berdasar hukum, jangan lagi coba mengobok-obok rakyat Yogyakarta," pungkasnya. (Fxh)

DPD

BERITA REKOMENDASI