Waspada! 230 Ribu Orang Indonesia Meninggal Karena Kanker Tahun 2020

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Data GLOBOCAN 2020, badan statistik kanker di bawah WHO, mencatat lebih dari 230 ribu kematian disebabkan kanker muncul di Indonesia dari 400 ribu kasus kanker baru. Kanker pun disebut penyakit mematikan kedua di Indonesia setelah Cardio Vasculer atau berhubungan dengan jantung.

dr Mardiah Suci, Ketua Yayasan Onkologi Indonesia cabang DIY menyebut kanker saat ini bukan lagi merupakan penyakit masyarakat usia lanjut. Tren kanker yang menyerang usia muda menurut dia banyak ditemukan di negara-negara Asia termasuk salah satunya Indonesia.

“Kanker saat ini trennya meningkat di kalangan muda. Di Asia, kanker misalnya Kolorektal (dubur), data nasional menunjukkan kecenderungan lebih muda antara rentang usia 45-50 bukan 60 tahun lagi. Kemudian Kanker Payudara di Asia banyak yang menderita di usia 40 tahun. Apa faktor yang mempengaruhi masih terus diteliti,” ungkapnya dalam konferensi pers World Cancer Day 2021 Nasional di Kepatihan, Selasa (2/2/2021).

Beberapa jenis kanker menurut Mardiah saat ini sudah mendominasi serangan pada usia muda termasuk di DIY. Masyarakat menurut Mardiah harus mulai melakukan pencegahan sejak dini yakni dengan pola hidup sehat.

“Kanker tulang, limphoma, kanker payudara, kolorektal dan kanker paru ini banyak sekali ditemukan di usia muda. Ini termasuk lima paling besar di Indonesia termasuk DIY. Kami berharap masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat sebagai pencegahan. Jangan kemudian enggan juga melakukan deteksi dini,” sambung dia.

Dr Sunarsih, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY, menambahkan persepsi masyarakat terhadap kanker masih perlu diluruskan terutama terkait upaya preventif pencegahan. Sunarsih banyak menemukan kasus di mana masyarakat terutama perempuan yang enggan melakukan deteksi dini, yang sangat penting.

BERITA REKOMENDASI