Waspadai Munculnya Klaster Keluarga Selama Libur Lebaran

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mengimbau masyarakat agar mewaspadai munculnya klaster penularan Covid-19 di lingkungan keluarga selama masa libur Lebaran 2021. Salah satu penyebabnya munculnya kembali klaster keluarga penularan virus Korona adalah rendahnya penerapan protokol kesehatan ketika berada di lingkungan keluarga.

“Jangan sampai ada penularan Covid-19 dari klaster keluarga, karena memang sudah mulai klaster keluarga kembali lagi di DIY. Tidak bisa terbayangkan kan apabila saat Idul Fitri masih ada yang mudik ya berpotensi menambah klaster keluarga,” ujar Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie di Yogyakarta, Rabu (05/05/2021).

Pembajun mengatakan menjamurnya klaster keluarga ini disebabkan masyarakat di lingkungan keluarga kini abai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kelengahan dan kendurnya penerapan protokol kesehatan inilah yang akhirnya menjadi ancaman munculnya penularan Covid-19 sehingga mulai bermunculan kasus positif dari klaster keluarga.

“Jika sudah berkumpul dengan keluarga, kita suka lupa memakai masker dan tidak jaga jarak. Seharusnya sanak saudara yang datang dari luar kota itu minimal 3 hari terus memakai masker apabila berkomunikasi dengan keluarga yang didatangi,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Pembajun mendorong agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) di DIY agar dipercepat guna mengurangi potensi penularan kasus Covid-19 menjelang libur lebaran. Karena memang tidak ada pilihan lain mengingat para lansia sangat rentan tertular Covid-19 sehingga menjadi sasaran utama vaksinasi tahap kedua.

“Total vaksinasi Covid di DIY telah mencapai 341.745 dosis pertama dan 199 804 dosis kedua per akhir April 2021 lalu. Kita masih mempunyai buffer vaksin sekitar 246 ribu dosis ditambah lagi buffer sekitar 510 ribu dosis,” katanya.

Berdasarkan surat dari Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan mulai Tahap 2 Termin 3 Minggu 2 April, distribusi alokasi vaksin kabupaten/kota di seluruh Indonesia dilakukan secara langsung dari Biofarma ke Gudang Farmasi masing masing kabupaten/kota, tidak lagi melalui Gudang Farmasi Dinkes DIY. Sehingga Dinkes DIY menyerahkan vaksinasi kepada kabupaten/kota supaya optimal.

“Jadi Dinkes DIY sendiri hanya akan menerima buffer saja, kuota vaksin yang didistribusikan tergantung kecepatan kabupaten/kota meraih cakupan sasarannya, semakin banyak semakin cepat maka pusat akan semakin banyak memberi. Cakupan lansia karena prioritas vaksinasinya adalah lansia dan guru, jika lansia banyak maka mereka akan diperhitungkan kuota lebih banyak,” imbuh Pembajun.

Menurutnya itu adalah sebuah kunci sehingga lansia harus cepat divaksin terlebih menghadapi liburan lebaran nantinya. Perlu diketahui, tujuan vaksinasi Covid-19 adalah bukan untuk meniadakan tetapi jatuh kasusnya tidak menjadi berat atau keparahannya tidak menjadi berat bagi si penderita. (Ira)

BERITA REKOMENDASI