Waspadai Pergerakan Harga dan Pasokan

YOGYA, KRJOGJA.com – Stabilisasi harga beras di DIY terus dilakukan melalui operasi pasar (OP) guna menekan harga di tengah tingginya permintaan pasar. Selain itu, perlu diwaspadai pergerakan harga dan ketersediaan pasokan beras di DIY yang dipengaruhi cuaca tidak menentu saat ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menegaskan, pihaknya masih terus berupaya melakukan stabilisasi harga beras di DIY melalui OP beras. Meskipun pemerintah pusat sudah membuka kran impor beras, Pemda DIY masih berupaya untuk menekan harga dengan OP dan menjaga ketersediaan pasokan. "Pemerintah pusat memang sudah membuka kran impor beras, tetapi DIY masih belum perlu meminta,” kata Gatot kepada KR di Yogya, Minggu (14/1).

Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Budi Hanoto menambahkan, pihaknya melihat kenaikan harga beras ini disebabkan tingginya permintaan masyarakat pascabencana dan liburan panjang. Dari sisi pasokan atau produksi memang sangat dipengaruhi cuaca.

"Harga beras memang naik, tetapi TPID tetap harus memastikan pasokannya terjaga. Dari tim teknis sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Satgas Pangan DIY telah mengguyur beras premium dan beras medium melalui OP, ”
ungkap Budi.

Dikatakan pula, TPID DIY akan terus mewaspadai pergerakan harga beras dan ketersediaan pasokannya supaya apabila ada survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) semuanya bisa terkendali. Kenaikan harga beras ini tentu akan berpengaruh terhadap inflasi, namun tetap masih perlu disurvei kenaikannya seberapa besar. 

"Harga beras sudah diatur Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya jika ada harga melebihi aturan HET tersebut berarti dari sisi permintaan masih tinggi. Saya lihat pasokan beras di DIY cukup dan telah dilakukan OP beras," imbuh Budi. (Ira/R-2)

BERITA REKOMENDASI