Wawali Luruskan Heboh Pemakaman Warga Ngadinegaran Suspek Corona, Ini Faktanya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Foto-foto dan video memperlihatkan beberapa relawan mengusung peti jenazah putih hanya mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya muncul di sosial media, Jumat (27/3/2020). Lokasinya berada di Ngadinegaran Ngampilan Yogyakarta, dan sontak saja membuat kaget masyarakat.

Ada yang menyangka dia pasien Covid-19 yang tak diterima rumah sakit dan akhirnya dimakamkan warga dengan seadanya. Ada pula yang membubuhkan caption mengkhawatirkan, memastikan orang dalam peti jenazah tersebut positif Covid-19 dan lokasi sekitar kediaman harus disterilkan seluruhnya.

Begini kronologi cerita terkait foto dan video yang beredar dari Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Kepada wartawan, Heroe mengungkap warga yang meninggal bernama Waljito (68) warga setempat.

Almarhum memang memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta untuk menghadiri undangan pernikahan bersama keluarga. Ia berangkat dengan Ketua RT setempat, istri dan saudara lain dengan total empat orang juga seorang supir.

“Beliau ini berangkat Kamis minggu lalu (16/3/2020) dan kembali pada Minggu dini hari (22/3/2020). Kemudian terlihat batuk lalu sempat diperiksa di RS PKU Muhammadiyah Selasa (24/3/2020), cerita dari keluarga memang selama ini sudah batuk-batuk dan pernah stroke,” ungkap Heroe.

Lurah setempat mengetahui kondisi Waljito ditambah riwayat kembali dari Jakarta yang merupakan zona merah lantas menghubungi petugas Puskesmas Ngampilan yang datang pada Kamis (26/3/2020) dan meminta rombongan Waljito mengisolasi diri selama 14 hari. “Namun baru sehari, ternyata Jumat paginya pak Waljito berpulang. Karena ada riwayat perjalanan dari luar kota warga sekitar tidak berani untuk mengurus. Maka datang kepala Puskesmas dengan pakaian astronot dan kemudian setelah banyak perbincangan, maka mendapat bantuan bungkus jenazah dari RS Jogja, dan diangkut dengan ambulan milik Dinsos Pemkot Jogja, dimakamkan di Pakuncen,” sambung Heroe.

Meski begitu sebagai upaya antisipasi, keluarga almarhum Waljito dan rombongan yang ikut ke Jakarta akan di periksa kembali. Di rumah dan sekitarnya juga dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Sebab rombongan yang ikut jagong sehat, tidak atau belum menunjukkan gejala-gejala yang indikasi kena virus Corona,” pungkas Heroe. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI