Wayang Kulit Purwa Gagrak Yogyakarta dan Surakarta Berbeda, Ini Cirinya

Editor: KRjogja/Gus

BAGI orang awam melihat semua wayang kulit purwa adalah sama, baik yang gagrak atau gaya Yogyakarta maupun Surakarta. Sedang bagi yang tahu bisa membedakan wayang gaya Yogyakarta dengan Surakarta. Wayang kulit purwa adalah wayang dengan cerita berdasar Ramayana dan Mahabharata.

“Ciri wayang kulit gaya Yogyakarta itu, kakinya seperti orang menari,” jelas iIlustrator wayang kulit gaya Yogyakarta Mulyantara (55) di Yogyakarta Jumat (28/8). Menurutnya, kaki belakang wayang gaya Yogyakarta posisinya berjingkat (jinjit). Jari-jari kakinya mengembang ke bawah. Jenis wayang gagahan kaki depan lebih mengembang, tubuhnya gemuk. Tangannya sampai jari kaki. Jadi lebih panjang dibanding wayang kulit purwa gaya Surakarta.

Menurut Mulyantara, wayang gaya Yogyakarta lebih gagah, ekspresi dan dinamis. Sunggingan siten-siten atau tanah yang menghubungkan kaki depan dan belakang, warnanya merah polos. Ciri lainnya pakaian wayang kulit gaya Yogyakarta mulai dari mahkota (makutha), jamang sada saeler, jamang sulaman, sisir, ron, sumping, gelapan, (bledhegan), utah-utah, praba, kelat bahu, badhong, uncal-uncal diberi hiasan intan-intan.

Tokoh raksasa yang besar, raksasa kerajaan, manusia kera matanya dua. Tokoh wayang dewa, mengenakan topi oncit seperti rumah siput maka sebutannya kethu keyongan. Tokoh wayang putri payudaranya besar. Wiron jarik ke depan. Menurut Mulyantara itulah ciri pokok wayang kulit purwa gaya Yogyakarta.

BERITA REKOMENDASI