Widya Gantikan Sutata

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – DPRD DIY Kamis (29/03/2018) menggelar Rapat Paripurna Istimewa untuk pergantian antar waktu salah satu anggotanya. Partai Amanat Nasional (PAN) mengganti satu legislatornya yakni Sutata dengan Tuti Masria Widya hingga periode jabatan 2019 berakhir.

Rapur Istimewa kali ini terlihat jauh lebih sepi daripada biasanya. Tercatat hanya 18 dari 55 anggota dewan yang menghadiri upacara seremonial pergantian anggota dewan dari PAN tersebut.

Wakil Ketua DPRD DIY yakni Dharma Setiawan, Arif Noor Hartanto dan Rany Widayati memimpin rapat paripurna istimewa kali ini. Sementara Arif Noor Hartanto yang dipilih untuk mengambil sumpah jabatan Tuti Masria Widya di hadapan undangan yang hadir.

Ditemui usai pelantikan, Tuti Masria Widya mengaku penggantian Sutata dengan dirinya adalah murni kebijakan partai. Pasalnya, antara Sutata dengan Widya hanya terpaut selisih suara kurang dari 1 persen.

“Ini merupakan perwujudan asas keadlian yang dijunjung partai sekaligus pertanggungjawaban saya pada konstituen di Gunungkidul. Semua sudah sesuai proses yang seharusnya dan akhirnya bisa dilantik kembali. Semoga di sisa waktu hingga 2019 bisa optimal dalam bekerja bersama legislatir partai lainnya,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPW PAN DIY Nazaruddin mengungkap keputusan PAW Sutata murni berasal dari hasil Mahkamah Partai. Sebelumnya menurut dia, Tuti Masria Widya mengajukan sengketa ke pusat setelah perolehan suara di daerah pilih Gunungkidul hanya berselisih 300-an dari Sutata.

“Kami di DPW PAN DIY murni menjalankan keputusan dari Makhamah Partai yang intinya bersumber dari selisih suara yang sangat sedikit antara Pak Sutata dengan Bu Widya. Sebelumnya memang Bu Widya mengajukan sengketa karena selisih suara dan ternyata Mahkamah Partai memutuskan demikian, di sisi lain Pak Sutata menerima dan terlaksanalah pelantikn hari ini,” ungkapnya.

Nazar juga menampik adanya sentimen like and dislike di tubuh partai sehingga akhirnya memutuskan Tuti Masria Widya untuk kembali ke kursi legislatif DPRD DIY. “Ada mekanismenya dan memang ini kebijakan partai, tidak ada suka tidak suka seperti itu,” pungkasnya. (Fxh)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI