Wig Karya Napi DIY Bakal ‘Go International’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM menggelar Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Serta Pengukuhan Satops Patnal Pas bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta (Wirogunan), Senin (08/02/2021). Lembaga Pemasyarakatan di bawah UPT Pemasyarakatan pun bersiap melakukan perbaikan pelayanan pada warga binaan sekaligus memastikan berlakunya zona integritas di seluruh lingkup.

Budi Sarwono, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM DIY, mengatakan pencanangan zona integritas sekaligus janji kinerja merupakan komitmen untuk berbuat lebih baik sepanjang tahun ini. Budi meminta, janji tersebut tak hanya di mulut saja namun dikerjakan dalam pelayanan sehari-hari.

“Saya minta ini bukan hanya diucapkan tapi diimplementasikan dalam berkinerja sepanjang 2021. Tantangan semakin berat bagi Kemenkumham khususnya pemasyarakatan. Masih banyak pekerjaan rumah terutama di masa pandemi Covid. Kita harus yakin dan optimis hambatan jadi peluang yang menguatkan. Janji ini harapannya jadi motivasi agar bergerak serentak dan berprestasi,” ungkapnya.

Budi secara khusus menyampaikan, berbagai program digagas untuk memaksimalkan pelayanan pada warga binaan. Salah satunya bidang kemandirian, yakni memberikan kemampuan bertahan hidup setelah nantinya selesai menjalani masa hukuman.

“Kemarin kami melihat produksi wig rambut palsu oleh warga binaan di Wates, dan hal itu sangat positif karena ternyata punya segmentasi pasar tersendiri. Kami ingin membuat hal serupa di lembaga pemasyarakatan seluruh DIY dan bisa mengekspor wig karya warga binaan di DIY. Kami ingin boomingkan percaya bisa dilakukan di seluruh DIY dan go international karena ada potensi,” lanjut Budi.

Budi menyebut, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan salah satu perusahaan untuk pembuatan wig tersebut. “Ini kelihatannya sederhana, bisa dikerjakan di tempat sehingga bisa dilakukan warga binaan. Harapannya akan diboomingkan di seluruh DIY dan bisa ekspor,” sambung dia.

Di sisi lain, Budi juga mendorong pembinaan kepribadian para warga binaan di wilayah DIY. Hal tersebut sangat penting agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dan menjadi manusia yang lebih baik.

“Kami lihat juga, mushola di Lapas Kelas IIA Yogyakarta ini punya program pengajian untuk warga binaan, yang membuat suasana begitu adem, tenang begitu. Harapannya penanaman kepribadian ini lebih maksimal, dan mudah-mudahan terus berjalan kedepan,” pungkas dia.

Sementara dalam acara, Yudo Hadiono, Kepala Rutan Kelas IIA Yogyakarta, mendeklarasikan janji kinerja diikuti perwakilan petugas yang hadir. Para pekerja berikrar melaksanakan tugas dengan integritas dan tulus melakukan pengabdian untuk masyarakat. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI