Wirmon Samawi Kembali Terpilih Ketum Pengda FHI DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mohammad Wirmon Samawi SE MIB untuk kedua kalinya kembali terpilih menjadi Ketua umum (Ketum) Pengda Federasi Hockey Indonesia (FHI) DIY periode tahun 2021-2025. Wirmon Samawi yang merupakan calon tunggal terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Pengda FHI DIY yang dihelat di Kantor KONI DIY, Jumat (24/12/2021). Sebelumnya, Wirmon Samawi untuk pertama kali menjadi Ketum Pengda FHI DIY pada masa bakti 2017-2021.

Musda FHI DIY yang berlangsung secara demokratis tersebut dibuka Ketum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO. Dihadiri sekaligus sambutan secara virtual Ketum PP FHI Mayjen TNI Budi Sulistijono, mantan Ketum FHI DIY Aning Sunindiyo, perwakilan Pengkot/Pengkab FHI Kota Yogya, Bantul, Sleman dan Kulonprogo.

Dalam sidang Musda FHI DIY yang dipimpin Tri Susilo SIP MM (FHI Kulonprogo) didampingi sekretaris Sarastomo Ari Saptoto S Sos MAP M Agr Sc mengajukan permintaan persetujuan terhadap calon tunggal Wirmon Samawi kepada peserta musda yang merupakan perwakilan dari FHI Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta dan Kulonprogo. Sedangkan FHI Gunungkidul tidak ikut dalam musda, karena kepengurusannya belum terbentuk.

Setelah keempat perwakilan FHI dari Bantul, Kulonprogo, Kota Yogyakarta dan Sleman menyatakan persetujuannya Wirmon Samawi kembali menahkodai Pengda FHI DIY periode empat tahun ke depan, maka pimpinan sidang pun dengan persetujuan peserta musda langsung menetapkan Wirmon Samawi sebagai Ketum FHI DIY.

Terpilih juga sebagai Ketua Tim Formatur yang beranggotakan Tri Susilo (pimpinan sidang sekaligus unsur pengurus lama) dan Sarastomo Ari Saptoto (FHI Sleman). Tim formatur tersebut diberi waktu dua minggu untuk menyusun kepengurusan Pengda FHI DIY yang baru.

Sebelum sidang pemilihan calon ketua umum Pengda FHI yang baru dimulai, Wirmon Samawi sebagai Ketum FHI DIY periode 2017-2021 melaporkan program kegiatan pertanggungjawabannya selama menjabat menjadi ketum empat tahun sebelumnya. Laporan Wirmon Samawi tersebut dapat diterima peserta musda sehingga sidang dapat dilanjutkan untuk memilih Ketum FHI DIY yang baru.

“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah dari Pengurus FHI Sleman, Kota Yogya, Kulonprogo dan Bantul. Insya Allah, kami akan menerima amanah ini sebaik-baiknya. Saya mengajak kepada FHI Sleman, Kota Yogyakarta, Kulonprogo dan Bantul dengan semangat kerja keras, kebersamaan, kekeluargaan tanpa otoriter. Kita songsong program kerja FHI DIY 4 tahun kedepan tertutama dalam menghadapi kejurda, Porda DIY dan Pra PON tahun 2023. Kita canangkan FHI DIY lolos dalam babak pra PON dan berangkat ke PON 2024 yang digelar di Sumut – Aceh,” ujar Wirmon Samawi.

Ketum PP FHI Budi Sulistijono mengatakan, dengan semangat inovasi yang luar biasa, ke depannya Pengda FHI DIY mampu menelorkan prestasi sehingga bisa meloloskan atletnya pada PON XXI tahun 2024 di Sumut – Aceh dan dapat membawa pulang medali emas. Dalam PON 2024 nanti akan di pertandingkan dan diperebutkan empat medali emas yaitu kategori hockey indoor putra-putri dan nomor hoc key outdoor putra-putri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Wirmon, yang telah meletakkan landasan yang kuat terhadap tumbuh kembangnya olahraga hockey di DIY. Selain itu kepada Pak Djoko Pekik, saya berharap bisa mensupport hockey DIY, sehingga ke depannya hockey DIY bisa lebih berprestasi dan berjaya,” papar Budi.

Sementara itu, Ketum KONI DIY Djoko Pekik Irianto atas nama KONI DIY mengucapkan terima kasih dan apreasiasi kepada Pengda FHI DIY yang telah melaksanakan tugas empat tahun sebelumnya dan kali ini menyelenggarakan musda untuk menyusun program kerja empat tahunan yang akan datang. Kedepannya FHI DIY diharapkan bisa menghasilkan prestasi paling tidak dapat menyamai prestasi saat Pengda FHI DIY dipegang Ketum Pak Aning, yang saat itu meraih medali emas PON.

“Saya berharap pada kepengurusan FHI DIY 2021-2025 nanti, bisa lolos pra PON dan berangkat ke PON 2024. Begitu pula saya berharap kepengurusan yang terbentuk nanti agar ditata sedemikian rupa, lebih transparan (terbuka), akuntabel dan kerja keras. Pasalnya olahraga hockey belum memasyarakat seperti halnya sepakbola. Karenanya diperlukan tiga jalur pembinaan yaitu jalur pembinaan lewat sekolah, kampus dan pondok pesantren (ponpes), jalur reguler dan jalur pembibitan latihan daerah,” imbuh Djoko Pekik. (Rar)

BERITA REKOMENDASI