Wisatawan Berkunjung di DIY Harus Konsekuen Disiplin Prokes

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para pelaku wisata atau travel agent di DIY, khususnya biro perjalanan wisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) meminta konsistensi regulasi atau kebijakan pemerintah yang tidak berubah-ubah di masa pandemi Covid-19. Selain itu, pihaknya berharap seluruh insan industri pariwisata khususnya wisatawan yang berlibur atau berwisata harus konsekuen tetap disiplin protokol kesehatan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2021 dan tahun Baru 2022 (Nataru).

“Momentum Nataru kali ini menjadi ujian bersama-sama, dimana harus menjaga supaya Desember bisa lolos dari pandemi Covid-19 gelombong berikutnya di DIY. Kita masih dalam kondisi sangat berhati-hati dan menunggu agar pemulihan ekonomi bisa dilakukan, khususnya industri pariwisata bisa berjalan dengan baik. Semuanya harus bisa menyesuaikan dan beradaptasi terhadap kondisi ini,” tutur Ketua DPD Asita DIY Hery Setyawan di Yogyakarta, Selasa (16/11/2021).

Hery menegaskan untuk itu pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak larut dalam euforia yang berlebihan menyambut Nataru kali ini. Sebab momentum Nataru ini menjadi ujian bagi masyarakat dalam menjaga protokol pencegahan penularan Covid-19.

Protokol kesehatan tetap menjadi hal yang harus dilakukan secara serius oleh semua pihak, maka butuh konsistensi peraturan dan wisatawan harus konsekuen patuh protokol kesehatan apabila berlibur. “Kita sama-sama harus melewati ujian di Desember nanti, jadi kita harus bersabar. Apa yang menjadi aturan pemerintah dipatuhi dan tetap menguatkan protokol kesehatan. Lebih baik kita tahan diri selama Nataru sembari mempersiapkan dan berbenah diri,” tandasnya.

Pemilik PT Total Nusa Tour Travel tersebut menyampaikan pihaknya senantiasa melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) setempat maupun pelaku pariwisata lainnya untuk kesiapan paket wisata maupun pemasaran atau promosinya. Semisal melakukan promosi wisata DIY ke Dubai, business matching dengan Malaysia hingga akan menggelar Jogja International Travel Mart (JITM).

“Upaya ini merupakan wujud rebranding pariwisata DIY sehingga benar-benar dipersiapkan dengan matang. Meskipun kita belum tahu kapan border akan dibuka, upaya promosi wisata tetap dilakukan karena yang jelas sekarang adalah momentumnya bangkit,” imbuh Hery. (Ira)

BERITA REKOMENDASI