Wisatawan Posting Lesehan Malioboro Mahal, Begini Tanggapan PKL

YOGYA, KRJOGJA.com – Sosial media facebook kembali dihangatkan Minggu (10/9/2017) kemarin dengan postingan salah satu wisatawan di salah satu grup yang kaget membayar makanan di lesehan Jalan Malioboro. Menunjukkan nota, netizen bernama Rina Ramdhani menyertakan keterangan himbauan pada netizen agar cermat dan teliti saat membeli makanan di lesehan Malioboro dengan mencocokkan antara harga tertera dengan nota.

Menanggapi postingan tersebut, Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro, Sukidi mengatakan bahwa harga yang tertera dalam postingan nota tersebut merupakan harga yang wajar. Sukidi bahkan mangungkap harga lesehan Malioboro jauh lebih murah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia seperti Bandung.

"Kalau di Malioboro itu harga ayam bakar misalnya ya Rp 25-30 ribu itu memang segitu standarnya, nah kalau di Bandung kemarin kami lakukan peninjauan bersama UPT Malioboro harganya bisa dua kali lipatnya Rp 72 ribu. Kita di Malioboro jauh lebih murah, terkait postingan di medsos itu nanti biar UPT Malioboro saja yang menanggapi karena juga punya medsos sendiri," ungkapnya.

PKL menurut Sukidi justru melihat adanya pihak yang ingin menjatuhkan citra Yogyakarta dan Malioboro dengan postingan ketidakpuasan yang diunggah ke medsos. "Sekarang kan transparan, harga tertera jadi kalau tidak punya uang untuk membeli kan harusnya tidak usah masuk ke situ (lesehan)," sambungnya.

Sementara Rudiarto Ketua LPKKM menambahkan pihaknya siap melakukan langkah tegas bila memang ada PKL yang melakukan praktek negatif seperti memberlakukan harga di atas wajar (nuthuk). "Kalau yang terjadi kemarin bukan nuthuk karena harga jelas sudah tercantum. Jika ada konsumen yang diminta membayar melebihi tarif yang dipasang silahkan melapor ke kami dengan membawa kwitansi dan akan kami tindak tegas," ungkapnya.(Fxh)

BERITA REKOMENDASI