WMI Bangkitkan Musik dan Pariwisata Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masa pandemi membawa dampak besar bagi pariwisata di Yogya. Wabah Covid-19 yang tak berkesudahan serta aturan pembatasan aktivitas masyarakat membuat sektor ini benar-benar terpuruk selama satu tahun terakhir. Kini perlahan Yogya mulai bangkit dan menata diri untuk kembali menjadi Kota Wisata.

Keresahan itulah yang mendorong sekelompok masyarakat untuk berkreativitas. Gerakan yang menamakan diri Masyarakat Kewirausahaan Sosial membentuk suatu kegiatan yang dinamai Wisata Musik Indonesia (WMI).

Seperti dikatakan Managemen WMI, Bahrul Fauzi MM CSA wadah ini sengaja dibentuk untuk membangkitkan kembali usaha pariwisata dan musik yang sempat terhenti akibat pandemi. Dengan adanya WMI diharapkan dapat memberikan wadah kerasi bagi para musisi maupun penyanyi yang nantinya diharapkan mampu menghidupkan kembali pariwisata di Yogya.

“Membangun sinergi dan kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku wisata, pengusaha hingga seniman untuk bahu-membahu bangkit. Tujuan besarnya yakni mewujudkan Yogya sebagai pusat wisata terkemuka di Asia Tenggara pada 2025 seperti visi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DIY 2005 – 2025,” kata Bahrul Fauzi, Jumat (19/03/2021).

Ia mengungkapkan WMI digagas oleh tiga orang tokoh yakni motivator dan konsultan pariwisata sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Prov DIY Tazbir Abdullah, musisi Yogya Anky Laurens serta penyanyi Livy Laurens. WMI mewadahi para musisi Yogya untuk tampil bernyanyi dengan mengundang bintang tamu yang merupakan publik figur kota ini.

WMI digelar rutin tiap satu minggu sekali di Basecamp House of Amuc Center (Anky Music Entertainment) kawasan Jalan Abubakar Ali no 4 Kotabaru Yogyakarta. Pentas musik ini disiarkan secara langsung melalui siaran live IG di @tazbirabdullah dan @livylaurens.

“Kami terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Kedepan siaran langsung akan diperluas melalui IG KR dan KR TV, juga akan disiarkan Jogja Istimewa TV (JITV) yang merupakan saluran televisi resmi Pemprov DIY,” ungkapnya.

Bahrul Fauzi berharap kontribusi kecil dari WMI ini dapat membawa dampak besar bagi bangkitnya pariwisata di Yogya. Dalam perkembangan nantinya WMI juga akan menggelar konser secara off air bekerjasama dengan pusat-pusat destinasi wisata di seluruh Indonesia.

Livy Laurens menambahkan, terbentuknya WMI berawal dari obrolan ringan untuk mencari cara bagaimana menghidupkan kembali pariwisata Yogya dan memberi ruang bagi para musisi untuk berkreasi. Dari sinilah kemudian tercetus gagasan untuk mengkolaborasikan antara musik dan pariwisata dalam satu panggung.

“WMI ada untuk memberi energi dan membakar antusiasme untuk tetap bersemangat dan berjuang di masa pandemi dan krisis. WMI menjadi ajang bagi semua pihak yang peduli wisata dan musik untuk bersama-sama saling mendukung dan bekerjasama,” kata Livy Laurens bersama Tazbir Abdullah dan Anky Laurens saat bersilaturahmi di Redaksi KR yang diterima Pemimpin Redaksi (Pemred) Drs H Octo Lampito MPd.

Sementara itu Anky Laurens mengatakan, masa pandemi membawa hikmah bagi para pelaku musik. Menurut musisi senior ini, dengan situasi yang ada justru kreativitas para pelaku musik semakin tertantang untuk dapat terus bertahan.

“Jika dahulu musisi untuk pentas membutuhkan biaya yang besar dan bahkan harus tour ke berbagai kota, namun adanya pandemi ini semua dapat ditampilkan dari rumah. Dengan kemajuan teknologi digital, para musisi dapat menggelar konser secara mandiri dan bahkan bisa ditonton oleh masyarakat dunia,” ujarnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI