Wujudkan Keterjangkauan Konsumen Terhadap Komoditas Pangan

YOGYA (KRjogja.com) – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) makin gencar merintis dan membuat Rumah Pangan Kita (RPK) di setiap daerah. Kehadiran RPK ini memang bertujuan untuk mendekatkan konsumen dengan berbagai komoditas pangan sehingga memperpendek mata rantai atau jalur distribusi.

Direktur Pengembangan Bisnis Bulog Imam Subowo mengatakan sebagai operator pangan pemerintah, pihaknya terus berusaha menjalankan tiga pilar dasar. Pertama ketersedian, kedua keterjangkauan dan ketiga stabilisasi harga komoditas pangan.

"Dari sisi keterjangkauan, kami perlu sampaikan pengertian keterjangkaun yaitu terjangkau dari sisi fisik dan terjangkau dari sisi harga. Sampai saat ini, Bulog masih belum mampu menjangkau sampai masyarakat atau konsumen maka merintis RPK," ujar Imam saat berada di Yogyakarta, Minggu (28/8).

Imam mengaku pihaknya perlu menggenjot upaya keterjangkauan masyarakat terhadap akses komoditas pangan baik secara fisik maupun harga. Terlebih jalur distribusi komoditas pangan cukup panjang sehingga membuat keterjangkauan harga belum tercapai atau harga cukup mahal.  

"Harga beras di DIY Rp 7.900/Kg dan di pasar Rp 8.400/Kg jadi masih terjangkau. Untuk gula pasir bertahan di harga Rp 13.000/Kg dan dipasar Rp 13.400 sampai Rp 13.700, bulan depan diusahakan turun hingga Rp 12.000/Kg," kata Imam.

Perum Bulog terus berusaha mendekatkan keterjangkauan komoditas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Kehadiran RPK ini nantinya diharapkan akan membuat stabilisasi harga menjadi lebih terjaga.

"Selama ini, kami melalukan operasi pasar (OP) hanya sesaat, tetapi dengan adanya RPK maka OP bisa dilakukan setiap hari atau rutin. Harapannya kembali target utamanya harga komoditas pangan menjadi lebih murah," ungkap Imam. (R-4)

BERITA REKOMENDASI