YIA Maret Operasi Penuh, Transportasi dari Sleman dan Wonosari Disiapkan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Bandara International Yogyakarta (BIY) direncanakan akan mulai beroperasi penuh pada akhir Maret 2020. Guna mempersiapkan hal itu, Pemda DIY mulai mengintensifkan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memberikan layanan transportasi pendukung terbaik menuju ke Bandara baru. Semua itu dilakukan karena Pemda DIY ingin memastikan akses menuju BIY bisa lancar.

“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, PT KAI hingga maskapai terkait rencana pemindahan seluruh penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke BIY. Karena itu Pemda DIY meminta berbagai pihak untuk memberikan dukungan transportasi, termasuk Kereta Api harus mulai memikirkan jumlah penumpang yang kemungkinan akan bertambah dibandingkan saat posisi BIY belum beroperasi penuh. Semua itu perlu dilakukan untuk kenyamanan penumpang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji di ruang kerjanya, Senin (17/2).

Sekda DIY mengungkapkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait rencana pemindahan penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke BIY adalah soal ‘city check in’. Walau saat ini Damri sudah mulai menyiapkan armadanya, salah satunya ada yang berangkat dari Sleman City Hall. Selain itu yang perlu dipikirkan adalah trayek selatan untuk memberikan akses kemudahan bagi warga dari selatan DIY yang ingin ke BIY. Karena itu direncanakan ada angkutan dari Wonosari ke BIY yang lewat jalur selatan. Pengoperasian jalur ini akan melibatkan Organda DIY dan Damri.

“Saat rapat terakhir sempat dilakukan pembahasan untuk jalur Selatan seperti dari Pacitan atau Gunungkidul menuju BIY. Namun saya belum dapat memastikan kapan waktu peroperasian trayek Wonosari – BIY. Tetapi berdasarkan estimasinya kemungkinan paling akhir dibandingkan operasional trayek lain yang menuju BIY. Trayek itu kemungkinan akan lewatkan sejumlah kawasan wisata sisi selatan DIY, seperti Mangunan,” terang Baskara Aji.

Terpisah Ketua DPD Organda DIY V Hantoro menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan armada unit taksi dan armada shuttle untuk melayani angkutan darat baik dari maupun menuju ke BIY. Sedang untuk pelayanan trayek bus menuju BIY memang belum dilayani Organda DIY, sebab pihaknya masih terus melakukan kooordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk angkutan bandara.

“Pemerintah Pusat akan memfasilitasi angkutan bandara. Kita masih bahas dan matangkan trayek dari kota menuju BIY. Untuk trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP) seperti dari dari Gunungkidul ke BIY, kami secara swasta jelas tidak mampu, sehingga perlu campur tangan pemerintah supaya kami bisa dilibatkan,” paparnya.

Hantoro menegaskan, pihaknya sudah jelas menyiapkan unit taksi dan armada shuttle ke BIY. Pihaknya mengaku kurang siap apabila harus membuka trayek bus AKDP menuju BIY karena sudah kalah dengan angkutan pribadi baik motor maupun mobil pribadi.

“Kalau memang trayek tersebut tidak berpotensi, ya tidak akan bisa, kecuali ada campur tangan dari Pemerintah melalui subsidi. Untuk jenis armada angkutan umum yang bisa melayani transportasi darat menuju BIY adalah bus Damri, shuttle dan bus Efisiensi yang dari kota ke arah barat menuju BIY. untuk bus AKDP reguler yang menggunakan jam pasti kami belum bisa melayani transportasi ke BIY,” ungkapnya.

Pemilik PO GeGe Transport tersebut mengaku pihak swasta kesulitan menanggung beban biaya operasional maupun pengadaan armada. Selain itu, pihaknya juga belum bisa memprediksikan tingkat keterisian penumpang atau ‘load factor’ menuju BIY karena jumlah penumpang pesawat sendiri turun dratis. “Jika BIY sudah beroperasi penuh, kami pun masih ‘wait and see’ juga menunggu potensial atau tidak apabila dibuka trayek bus AKDP ke bandara,” imbuh Hantoro. (Ria/Ira)

BERITA TERKAIT