Yogya ‘Supermarket Bencana’, Arsitek 10 Negara Asia Belajar Manajemen Resiko Bencana

YOGYA, KRJOGJA.com – 25 arsitek dari 10 negara Asia hadir di Yogyakarta Selasa (3/4/2018). Selama dua hari kedepan, para arsitek yang tergabung dalam Architects Regional Council Asia (ARCASIA) tersebut bakal belajar mengenai manajemen resiko bencana yang menunjang kinerja profesi merancang bangun dan kawasan untuk disebarkan ke negara masing-masing.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ahmad Djuhara seusai welcome dinner Selasa (3/4/2018) malam mengungkap dipilihnya Indonesia khususnya Yogyakarta sebagai tempat berdiskusi dan belajar bukannya tanpa alasan jelas. Para arsitek menilai, Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang terbukti mampu membangun ekosistem penanganan kebencanaan dengan baik.

“Yogyakarta bisa dibilang supermarket bencana, ada gempa bumi tahun 2006 kemudian erupsi Merapi pada 2010 dan banjir bandang belum lama ini. Namun, masyarakatnya mampu bersinergi menanganinya bersama-sama. Para arsitek yang sebenarnya juga tinggal di kawasan rawan bencana perlu memahami terkait manajemen kebencanaan agar bisa menjadi pedoman saat merancang,” ungkapnya.

Sementara Ketua IAI DIY Ahmad Saifudin Mutaqi menambahkan, para peserta nantinya tak hanya akan berdialog di dalam ruangan saja bersama pembicara dari Jepang dan Indonesia juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, namun mereka akan terjun langsung melihat kondisi riil di lapangan. Para peserta yang berasal dari Malaysia, Hongkong, India, Pakistan, Laos, Bangladesh, Thailand dan Indonesia akan diajak menjelajahi kawasan Merapi, Kotagede hingga rumah doom di Prambanan.

“Kami ingin memberikan pengalaman pada para arsitek dari negara lain yang sebenarnya juga di kawasan ring of fire. Nanti mereka akan punya pandua mana yang mungkin cocok diterapkan di daerah asalnya maka bisa dibawa pulang pengetahuannya,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Pemda DIY, Gatot Saptadi yang hadir dalam welcome dinner berharap para ahli rancang bangun dari berbagai negara Asia bisa mempelajari banyak hal di DIY. Pengalaman menangani bencana alam menurut dia sangat menarik untuk didiskusikan termasuk dalam kaitan aksi preventif rancang bangunan dan kawasan.

“Pola penanganan bencana banyak yang menarik untuk didiskusikan. Bagaimana memperkuat masyarakat untuk preventif menghadapi kebencanaan termasuk desain bangunan, penataan lingkungan hingga jalur evakuasi sangat penting untuk meminimalisir resiko. Akan banyak manfaat menurut kami kehadiran para pakar arsitek dari negara Asia, semoga bisa belajar banyak hal di Yogyakarta,” ungkap Gatot. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI