Yogya Pionir Manasik Haji Sepanjang Tahun

YOGYA, KRJOGJA.com – Hadirnya UU No 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah memberikan amalan agar jemaah haji memiliki kemandirian dan ketahanan dalam perjalanan serta pelaksanaan ibadah. Hal tersebut yang kemudian mendasari Kanwil Kemenag DIY melaunching program Manasik  Haji Sepanjang Tahun.

"Selain itu, yang menjadi  dasar juga amanah Menteri Agama RI periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin yang mencanangkan 2020 sebagai tahun peningkatan kualitas manasik haji. Termasuk  hasil raker Kanwil Kemenag DIY 2019 yang turut mengamanahkan agar jemaah haji daftar tunggu di DIY diberikan pembinaan sebelumnya sehingga saat berangkat punya kemandirian, baik manasik dan kesehatan," jelas Kabid PHU Kanwil akemenag DIY Sigit Warsito dalam Launching Manasik Haji Sepanjang Tahun di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta, Kamis (26/12/2019).

Dengan demikian lanjut Sigit, program ini menjadi sarana meningkatkan kualitas manasik jemaah daftar tunggu yang antriannya saat ini sudah mencapai 25 tahun.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan MPdI menjelaskan, meski pelayanan hingga perlindungan tiap tahun dilaksanakan yang menghasilkan peningkatan sangat luar biasa berujung pada meningkatnya indeks kepuasan, namun tetap belum mampu menutupi berbagai persoalan yang muncul. Pasalnya tiap tahun jemaah haji selalu berganti sehingga membawa persoalan yang kompleks.

"Untuk itu program ini menjadi ikhtiar pembekalan guna mewujudkan jemaah haji mandiri dan memiliki ketahanan sehingga bisa meningkat kualitas. Substansinya bisa memfasilitasi sehingga memberikan ibadah maksimal untuk memperoleh haji mabrur," jelasnya.

Program Manasik Haji Sepanjang Tahun sendiri nantinya akan dilaksanakan tiap hari Jumat setelah Jumatan. Dalam satu tahun, diprogramkan ada 10 bulan dengan waktu pertemuan efektif sekitar 40 kali. Bimbingan efektif ini bisa dilaksanakan di KUA, aula kecamatan, puskesmas dan lainnya.

Sementara itu Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag RI Khoirizi H Dasir yang secara langsung melaunching Manasik Haji Sepanjang Tahun Kanwil Kemenag DIY berharap Yogyakarta menjadi pionir program ini. Pasalnya ke depan fokus penyelenggaraan ibadah haji akan lebih pada manasik, bukan lagi layanan yang sudah menjadi tugas pemerintah.

"Gagasan Manasik Haji Sepanjang Tahun muncul karena dalam UU 8 Tahun 2019 ada klausul yang menyebutkan memandirikan jemaah dan menjaga ketahanan jemaah sebagai tujuan penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu kami mengajak seluruh pihak, mulai KBIHU sebagai motor penggerak penyelenggaraan Haji dan Umrah di Indonesia, instansi kesehatan hingga FKAPHI untuk bersinergi. Ada keterpaduan pemerintah dan masyarakat. Tidak mematikan salah satu pihak, tapi bahu membahu bersama-sama," jelasnya.

Khoirizi juga menyayangkan saat ini untuk pelaksanaan ibadah dalam penyelenggaraan ibadah haji indeksnya masih di angka 87,77 persen. Dengan adanya program ini pihaknya berharap dan dimulai dari Yogyakarta, indeks ibadah dalam penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang bisa mencapai indeks 100 persen.

"Kalau hotel tidak bagus, tahun depan tidak disewa lagi. Kalau makanan kurang enak, tahun depan perusahaan katering bisa tidak disewa lagi. Tapi untuk ibadah, jauh hari sudah dapat dipersiapkan sehingga hasilnya akan maksimal," ungkap Khoirizi. (Feb)

BERITA REKOMENDASI