Yogyakarta Didorong Kelola ‘Scientific Tourism’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – RSUP Dr Sardjito bersama Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM menggelar Asia Medical Week-Indonesian Outreach 1st International Hospital Capacity Building Forum di Hotel Tentrem 21-23 November 2019. Berbagai hal dibahas dengan muara kolaborasi peningkatan layanan kesehatan di rumah sakit.

Hadir 217 peserta dari berbagai daerah seperti dari Cina, Thailand, Bangladesh, Kamboja, Amerika, Nepal dan Indonesia. Dr Zhu Chouwen Vice President of Zhongshan Hospital affiliated to Fudan University China mengungkap ada permasalahan beragam yang dibahas dalam forum tersebut baik yang dialami Indonesia maupun negara lain di Asia.

Baca juga :

Haryadi Suyuti Tempuh Jalur Hukum
Anak Penjual Soto Raih IPK 3,96 di UGM

“Posisi kita tidak satu tinggi dari lainnya, tapi sejajar dengan permasalahan berbeda yang dialami. Kami ingin sharing di sini dan mencari solusi untuk nantinya diterapkan dan mewujudkan pelayanan kesehatan berkualitas di rumah sakit,” ungkapnya pada wartawan Jumat (22/11/2019).

Ketua Panitia Penyelenggara, dr Rukmono Siswishanto, menambahkan selain membahas berbagai permasalahan dan mencari solusi perbaikan pelayanan kesehatan rumah sakit di Indonesia khususnya, forum tersebut juga ingin membangkitkan scientific tourism yang cukup menjanjikan bagi DIY. Rukmono menilai, banyaknya kampus di DIY dengan berbagai bidang pengetahuan yang dikuasai menjadi nilai tambah masyarakat dari berbagai daerah dan negara hadir.

“Hal menarik bagi DIY, kita bisa kembangkan Scientific Tourism dengan memanfaatkan kekayaan akademis. Hari ini dibuktikan ratusan orang hadir di DIY untuk ikut Asia Medical Week-Indonesian Outreach 1st International Hospital Capacity Building Forum, baru bidang kesehatan saja ini belum yang lain. Ini bisa dikembangkan dan harapannya bisa dimaksimalkan karena DIY ini tak punya sumber daya alam yang bisa diambil untuk menambah nilai ekonomi, punyanya ya SDM,” ungkapnya.

Kedatangan peserta menurut Rukmono tentu saja bukan hanya untuk konferensi saja namun juga menikmati berbagai hal menarik di Yogyakarta. “Peserta ini pasti membeli sesuatu di sini dan tentu produk lokal. Ekonomi masyarakat bisa berkembang dan harapannya ini jadi peluang sisi pariwisata kita,” ungkapnya lagi.

Di sisi lain, rumah sakit di DIY khususnya kini sedang berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk mempercayakan berobat di dalam negeri daripada harus pergi ke luar. “Catatan saya, 50-70 persen pasien di Singapura itu orang Indonesia, sekarang bagaimana peningkatan kapastitas di dalam negeri bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat. Hasilnya bisa dibandingkan dengan luar negeri, ini juga memunculkan health tourism,” ungkapnya lagi.

Sementara dr Mei Neni Sitaresmi, Wakil Dekan Bidang Kerjasama Alumni dan Pengabdian Masyarakat FK KMK UGM mengaku siap menndukung melalui inovasi yang nantinya diintegrasikan dengan rumah sakit. “UGM selama ini terus berusaha melakukan inovasi, semoga kedepan terus muncul inovasi-inovasi yang seiring dengan kemajuan teknologi,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI