Zerre Pendekar Ufuk Timur, Keindahan Bumi Papua Dalam Kacamata Film Laga

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Zerre Pendekar Ufuk Timur, sebuah film karya sutradara R Jiwo Kuswoyo mulai tayang di bioskop sejak 7 Oktober lalu, bertepatan dengan momen PON Papua. Film action yang dikemas cukup apik dalam sebuah cerita ini mampu menunjukkan landskap indah Bumi Papua.

Film ini dibintangi aktor dan aktris menarik seperti Yudas Alep Itlay sebagai Zerre, Aditya Zoni, Yama Carlos, Dita Samantha, Aisyah Aqila hingga Emil Kusumo. Film bercerita tentang Zerre seorang pemuda Papua yang berusaha kuat menjadi atlet peraih juara pencak silat PON.

“Namun, di perjalanan hidupnya, ia harus menghadapi situasi pelik, berjuang melawan sindikat kejahatan narkoba dan human traficking. Banyak aksi yang ditampilkan dalam film seperti perkelahian dan seni bela diri,” ungkap Jiwo dalam temu media di Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021).

Yudas Alep, pemeran Zerre mengungkap film ini menunjukkan luar biasanya alam Papua. Destinasi apik seperti pos lintas batas Merauke, Telaga Biru di Biak, Gunung Pasir Putih di Wamena, Air Terjun Kampung Harapan hingga beberapa wilayah Jayapura.

“Ada Kali Biru yang airnya bening sekali. Ada pantai BSG yang potensinya luar biasa seperti Bali. Film ini menunjukkan keindahan Papua yang luar biasa. Pokoknya indah dan harapannya terangkat untuk dikunjungi,” ungkap dia.

Yudas juga mengatakan bawasanya pesan pendidikan juga diangkat dalam film ini. Bagaimana menumbuhkan kemauan belajar ditunjukkan yang harapannya bisa memberi inspirasi generasi muda.

“Pesan luar biasa di film ini, pentingnya sekolah, pendidikan. Kemauan untuk belajar sangat penting. Mudah-mudahan bisa menginspirasi,” tandas dia.

Aditya Zoni, yang berperan sebagai Drio mengamini film Zerre Pendekar Ufuk Timur menunjukkan pesona Papua yang sangat indah. Meski dikemas dalam film action namun alam Papua tak bisa disanggah, sangat luar biasa untuk dinikmati.

“Kami syuting di beberapa lokasi dan semuanya bagus banget. Aku beruntung meski awalnya takut karena isu di luar tapi ternyata sangat luar biasa di Papua. Alamnya indah banget, orang-orangnya ramah,” kisahnya.

Zoni mengaku sangat terpacu ketika berperan sebagai Drio dalam film ini. Ia sampai belajar logat Papua hingga dua bulan sebelum akhirnya turun syuting.

“Aku belajar sampai dua bulan searching Youtube biar lancar logat Papua. Luar biasa sulit tapi aku tertantang maksimal di film,” ungkapnya lagi.

Film ini diproduksi sejak Februari hingga April 2021 lalu. Seluruh tim yang terlibat pun melakukan konsekuensi protokol kesehatan ketat dalam setiap proses yang dilakukan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI