Zonasi Diharapkan Bisa Menjaga Netralitas Rotasi Guru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Usulan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) agar pemerintah pusat menyiapkan sistem yang berlaku nasional terkait rencana rotasi guru berdasarkan zonasi dinilai cukup positif. Karena dengan adanya sistem zonasi yang diterapkan secara nasional diharapkan bisa menjaga netralitas rotasi guru di daerah. Walaupun dalam pelaksanaannya ada sedikit kendala, karena untuk jenjang SMA/SMK bukan guru kelas tapi berdasarkan bidang studi.

"Prinsipnya kami mendukung adanya kebijakan pemerintah pusat soal zonasi guru. Meski penerapannya membutuhkan proses, penataannya terus dilakukan, tapi modelnya soft misalnya, sekolah mengajukan karena kekurangan guru dan pindah karena keinginan pribadi," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Drs Baskara Aji.

Baskara Aji mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sebenarnya sudah membuat zonasi pendidikan. Dalam hal ini yang dimaksud dengan zonasi pendidikan adalah zonasi guru, siswa dan sarana prasarana.

Jadi seandainya zonasi tersebut diterapkan secara nasional, Disdikpora DIY tidak keberatan. Apalagi untuk wilayah, saat ini sudah dibagi dalam 53 zona pendidikan (zonasi siswa, guru dan sarana prasarana).

"Penerapan zonasi ini akan diterapkan secara bertahap. Apalagi saat ini pembangunan kualitas SDM jadi prioritas.Salah satu program prioritas di DIY bagaimana membangun keterserapan anak-anak masuk ke sekolah dengan peningkatan kualitas pembelajaran," tambahnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI