10 Dekan UMP Periode 2020-2024 Dilantik

PURWOKERTO,KRJogja.com-10 Dekan, Direktur Program Pascasarjana, dan Ketua Lembaga Universitas Muhammadiyah Purwokerto periode 2020-2024, Sabtu.(1/2/2020) dilantik oleh Rektor UMP Dr Anjar Nugroho di gedung  AK Anshori.

Ke 10 Dekan yang dilantik yakni Drs. Eko Suroso, MPd  sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Drs Makhful, M.Ag. sebagai Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Ir. Teguh Marhendi, S.T., M.T., ASEAN.Eng.,  IPM. sebagai Dekan Fakultas Teknik dan Sains (FTS), dan Sulistyani Budiningsih, S.P., M.P. sebagai Dekan Fakultas Pertanian (Faperta). 
Kemudiab Dr Nur’aeni, SPsi, MSi. sebagai Dekan Fakultas Psikologi, Didik Setiawan, PhD, Apt. Sebagai Dekan Fakultas Farmasi,  Soediro, SH, LLM. sebagai Dekan Hukum, Ambar Pujiyatno, SS, MHum. sebagai Dekan Sastra, dan Dr. Ns. Umi  Solikhah, S.Kep., S.Pd., M.Kep. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan. 

Selanjutnya, Dr. Furqanul Aziez, M.Pd dilantik sebagai Direktur Program Pascasarjana, Dr Suwarno, M.Si sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayrakat (LPPM), Dr. Asep Daud Kosasih, P.Pd., M.Ag sebagai Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), Watemin, M.P sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Aktivitas Instrusional (LPMPAI), dan Dr Pri Iswati Utami, M.Si., Apt sebagai Ketua Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPIP)

“Kami ucapkan terimakasih, mudah-mudahan yang baru saja dilantik bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” kata Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho.
Rektor  berharap Direktur Pascasarjana, para Dekan, dan ketua lembaga yang baru saja dilantik agar bisa memberikan kinerja terbaik untuk UMP. “Hal-hal prestasi yang telah diraih oleh para dekan pendahulu untuk terus dikembangkan oleh dekan, ketua pasca, dan ketua lembaga tahun 2020 – 2024 kedepan,” jelasnya. 

Menurutnya, tantangan kedepan cukup banyak situasi yang disruptif, situasi yang pergerakannya tidak sempat dipikirkan. “Jadi perubahan yang tidak sempat kita pikirkan. Tau-tau ada peruberubah. Apa lagi ada mentri muda kita Mas Nadiem Makarim yang barusaja melahirkan permen (Peraturan mentri) yang terus kita respon dengan jargon utamanya, Kampus Merdeka,” jelasnya. (Dri)
 

BERITA REKOMENDASI