15 Menit Dihantam Angin Kencang, Pohon Beringin Alun-alun Tumbang

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA (KRjogja.com) – Angin kencang yang menyertai hujan deras pada Selasa siang (25/10) menumbangkan ratusan pohon di Purbalingga, termasuk pohon Beringin yang berdiri kokoh di alun-alun kota. Selain pohon, dua tower pemancar radio milik pemerintah, Radio Ardi Lawet dan Radio Suara Perwira juga roboh. Belum ada laporan korban jiwa, sedangkan kerugian juga belum diketahui.

 

Pengamatan KR, hujan gerimis sejak sekitar pukul 11.45 berubah menjadi deras disertai angin kencang. Sekitar pukul 12.15, angin semakin menggila dan menerbangkan atap seng penduduk. Tidak lama kemudian, pohon Beringin yang ditanam di alun-alun pertengahan tahun 1980-an itupun ikut tumbang.

Sejumlah warga dan pedagang yang saat kejadian tengah berada di sekitar alun-alun menuturkan, ketika mulai turun hujan gerimis, sebagian orang meninggalkan lapangan dan mencari tempat berteduh. Tapi beberapa orang bertahan di lapangan rumput, persis di sisi tembok setinggi 1,7 meter yang mengelilingi pohon.

"Saya kan harus menjaga dagangan. Tapi setelah angin mulai semakin kencang, saya buru-buru menyingkir. Alhamdulillaah saya sempat menghindar," tutur Mbok Rawi, yang biasa menggelar dagangannya persis di bawah pohon beringin sebelah barat.

Angin kencang juga merobohkan tower pemancar Radio Ardi Lawet di Jalan Jambukarang dan Radio Suara Perwira di Jalan Soedriman. Tower pemancar Radio Ardi Lawet ambruk ke arah timur dan menimpa sebagian atap rumah jabatan Bupati Purbalingga. "Saya dan beberapa kawan sedang di studio radio ketika mendengar suara keras dari atap. Ternyata towernya ambruk," tutur Pita, karyawan Radio Ardi Lawet yang mengungsi ke Balai Wartawan di sebelahnya.

Sementara, tembok Rumah Tahanan (Rutan) Purbalingga sepanjang sekitar 25 meter juga ambrol. Tembok itu memisahkan kompleks Rutan dengan tanah milik warga. "Untung pas tembok ambrol tidak ada tahanan atau napi yang sedang di luar," ujar seorang sipir rutan.   (Rus)

 

BERITA REKOMENDASI