2019, Pemkab Purbalingga Luncurkan Kredit Mawar

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Pemkab Purbalingga bakal meluncurkan program Kredit Mawar pada 2019 mendatang. Kredit Mawar yang merupakan akronim Melawan Rentenir itu diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

“Kredit itu bisa dinikmati tanpa bunga alias bunga 0 persen, tapi membayar provisi sebesar 6 persen dimuka,” tutur Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi  kepada wartawan, saat mengikuti kegiatan Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Gotongroyong di Desa Candiwulan Kutasari Purbalingga, Rabu (12/12/2018).

Plafon kredit sebesar Rp 2,5 Juta untuk setiap pelaku UMKM dengan jatuh tempo satu tahun. Bila angsuran lancar, pelaku bisa kembali mengajukan kredit yang sama dengan plafon Rp15 Juta.

Disinggung mengenai kewajiban membayar provisi sebesar 6 persen, Dyah Hayuning Pratiwi yang didampingi Kabag Perekonomian Edi Suryono menyebutkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mengijinkan adanya kredit dengan bunga 0 persen. Agar bisa bebas dari bunga, pihak peminjam diwajibkan membayar provisi 6 persen.

“Jadi itu kesepakatan dengan pihak OJK,” ujarnya. 

Kredit Mawar bakal menjadi ‘gizi’ tambahan bagi pelaku UMKM. Sebelumnya, Pemkab sudah meluncurkan program subsidi bunga yang sudah berlangsung sejak 2005 lalu. Program subsidi Bunga merupakan kerjasama Pemkab dengan sejumlah perbankan di Purbalingga. Pelaku UMKM yang mengajukan kredit mendapat subsidi pembayaran bunga sebesar 50 persen.

Di Desa Candiwulan, Dyah Hayuning Pratiwi mengunjungi sejumlah sentra kegiatan UMKM. Yakni industri sapu glagah, sapu lidi dan produk makanan Jenang Bumbung.  Pemilik usaha sapu glagah, Rusno mengaku masih terkendala permodalan, kendati sudah memanfaatkan fasilitas kredit perbankan. 

“Kadang ada banyak pesanan tapi belum bisa memenuhi karena modalnya minim. Misalnya pas ada pesanan sampai 7 ribu sampai 8 ribu sapu, paling hanya bisa saya penuhi sekitar 5 ribu saja,” ujarnya. (Rus)

BERITA REKOMENDASI