26 Napi Lapas Bali Dikirim ke Nusakambangan

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Sering kedapatan berulah, berbuat onar dan bahkan sampai berkelahi, sebanyak 26 narapidana (napi) narkotika asal empat lembaga kemasyarakatan (Lapas) di Bali terdiri Lapas Krobokan, Klungkung, Bangli dan Gianyar Propinsi Bali dikirim ke Nusakambangan, Cilacap, Kamis (28/03/2019).

Ketua Tim Pengawalan yang juga Kasi Turjawali Subdit Gassum Ditsabhara Polda Bali Kompol I Dewa Nyoman Sudiarsa mengatakan, pengiriman mereka ke Nusakambangan itu sebagai bentuk terapi. Apalagi Lapas Nusakambangan itu diperuntukkan napi kelas berat.

Menurutnya, ke-26 napi Narkotika yang dikirim ke Nusakambangan itu memiliki masa hukuman 11 tahun hingga 18 tahun penjara itu. Sehingga dari 26 napi itu, 4 napi diantaranya, akan ditempatkan di Lapas Batu Nusakambangan dengan sistem maksimum sekuritinya. SIsanya 22 napi ditempatkan di Lapas Narkotika Nusakambangan.

Adapun alasan mengapa empat napi dipisahkan di lapas maksimum sekuriti, lanjutnya, karena mereka masuk kategori bandar. "Keempat napi itu terlibat kasus narkoba di Club Akasaka. Terdiri Willy, Manager Marketing Akasaka dan tiga orang lainnya merupakan kaki tangannya," lanjutnya.

Rombongan napi yang diberangkatkan dari Bali pada Rabu pagi, sampai di Cilacap, tepatnya di Dermaga Wijayapura Cilacap, Kamis (28/03/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Karena kondisi kapal terbatas, ditambah air laut tengah pasang, sehingga untuk menyebrangkan 26 napi pindahan ke Nusakambangan itu diturunkan lebih dulu dari bus.

Selanjut dengan kondisi kedua tangan dan kaki diborgol, satu persatu napi tersebut dimasukan ke kapal Pengayom milik kementrian Hukum dan HAM, dengan pengawalan ekstra ketat mereka disebrangkan ke Dermaga Sodong Nusakambangan dan selanjutnya menggunakan bus diangkut ke Lapas Batu dan Narkotika. (Otu)

BERITA REKOMENDASI