Ada di Nusakambangan, 41 Napi Bandar Narkoba Diisolasi

CILACAP, KRJOGJA.com – Secara bertahap para narapidana (napi) bandar narkoba maupun napi ‘highrisk’ (risiko tinggi) lainnya yang tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) akan diisolasi di Pulau Nusakambangan dengan menghuni sejumlah lapas dengan sistem pengamanan ekstra ketat atau Super Maksimum Sekuriti (SMS).

Mereka sulit berinteraksi dengan sesama napi maupun petugas, karena ditempatkan pada ruangan satu sel satu napi, dengan dimonitor melalui CCTV dan tidak bisa bertemu langsung dengan para penjenguk. “Pada tahap awal tahun 2020, telah dipindahkan ke Nusakambangan sebanyak 41 napi bandar narkoba dari sejumlah lapas di Jakarta dan Banten, Jumat (5/6/2020).

Dari sejumlah napi bandar narkoba itu, 10 napi diantaranya, merupakan terpidana mati dan 11 terpidana seumur hidup. “Selebihnya, napi terpidana penjara 20 tahun ke bawah,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen PAS Kemenkumham), Reynhad Saut Poltak Silitonga, di Dermaga Wijayapura Cilacap, Jumat (5/6/2020). Mereka ditempatkan di Lapas Super Maksimum Sekuriti Batu dan Lapas Karanganyar, Nusakambangan.

BERITA REKOMENDASI