Agar Tak Rusak Alam, 70 Penambang Pasir Ilegal Akan Dialih Usahakan

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Sebagai antisipasi dengan maraknya penambangan pasir ilegal di Sungai Serayu tepatnya di hulu Bendung Gerak Serayu (BGS) Rawalo, Banyumas, sekaligus untuk menjaga obyek vital jalan nasional Rawalo-Patikraja, dan bangunan BGS, dampak penambangan, sebanyak 70 penambang pasir ilegal yang selama ini beraktivitas akan dialih usahakan di sektor  perikanan, dan peternakan ayam, dan sapi.

" Mereka para penambang akan beralih usaha di bidang perikanan, dan peternakan dan lahan yang sudah disiapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak  Yogyakarta seluas 3 hektare,"  kata anggota Dewan Sumber Dayar Air Jawa Tengah, Eddy Wahono, Senin (18/6/2018) saat melakukan sosialisasi Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang larangan penambangan ilegal dengan penambang di Desa Tambaknegara, Rawalo, Banyumas.

Dijelaskan dari 3 hektare lahan yang disiapkan untuk usaha perikanan, dan peternakan berada di tepi Sungai Serayu tepatnya di hulu BGS di Desa Tambaknegara, dan Tumiyang. Dari luas lahan itu yang sudah disiapkan 2 kolam, dan kandang sapi untuk kapasitas 10 ekor sapi.

Untuk pendanaan akan dicarikan pinjaman atau kredit melalui bank, diharapkan dengan pinjaman itu para mantan penambang akan memiliki rasa tanggungjawab untuk mengembalikan."Akan segera melakukan kordinasi dengan pihak perbankan," tambah Eddy Wahono.

Tato (36) salah satu penambang pasir warga Tumiyang, menyambut baik rencana peralihan usaha dari penambang beralih ke usaha peternakan sapi, ayam, dan perikanan. Ia meminta peralihan usaha harus cepat terealisasi sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari hari cepat terpenuhi.(Dri)

BERITA REKOMENDASI