Angka Kecelakaan di Cilacap Turun, Korban Tewas Meningkat

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Meski kasus kecelakaan lalu lintas di Cilacap pada tahun 2020 menurun menjadi 403 kasus jika dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 892 kasus, namun korban meninggal justru mengalami kenaikan menjadi 170 orang atau naik 24 korban dibanding tahun 2019 yang hanya 146 orang meninggal.

“Penyebab dominan kecelakaan itu yakni kesalahan manusia, dan jenis kendaraan tertinggi yang mengalami kecelakaan itu sepeda motor sebanyak 554 unit dan status pelanggar itu tertinggi swasta dengan 418 jiwa, kemudian pelajar atau mahasisa 124 jiwa,” ujar Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya, Kamis (31/12/2020).

Adapun jumlah kejahatan yang terjadi pada tahun 2020 sebanyak 322 kasus, menurun 28 kasus atau turun 40 prosen, bila dibanding tahun 2019 sebanyak 360 prosen. “Yang diselesaikan kasusnya 302 dari 335 kasus. Tahun 2019 terdapat 360 kasus kriminalitas, dan dapat diselesaikan 335 kasus,” lanjutnya.

Menurutnya, jenis kejahatan paling dominan d Cilacap tahun 2020, kasus perjudian 63 kasus, pencabulan anak dibawah umur 45 kasus, pencurian dengan pemberatan (Curat) 21 kasus. Sedang lokasi kejadian di perumahan, toko swalayan, jalan umum dan perkantoran. “Pelaku kejahatan didominasi usia produktif 21 -45 kasus,” katanya.

Dijelaskan, khusus kejahatan narkoba berhasil diamankan 237,822 gram shabu-shabu (SS), 25,2 gram ganja, 144 gram tembakau Gorilla (Tembakau sintetis), 14,929 butir obat daftar G, dan 443 butir psikotropika.

Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, tahun 2020 Polres Cilacap telah menciptakan 29 inovasi. Diantaranya, Jalungmas, Box Sterilisasi Uang dan Dokumen dan Polwan, T-Sim, Geram, Siyap, Polantas, Taman Zebra (satlantas). Serta Oneday School, Police Miskoll, Patroli Rohani dan Diorama (Sat Bimas), Barcode Pintar, Sidik jari Kita, (Sat Intelkam), Polwan pelayanan prima (Bag Sumda), Terkam (Team Garuda Nusakambangan), SPKT SAR (sistem pelayanan darurat), Si Propam Kisaran Propam, ID card pengunjung polres.

Terkait masalah premanisme, telah dilakukan penindakan 7.005 kali kegiatan dengan 9.653 pelaku premanisme. Miras 2.500 kali, dengan BB 16.270 botol, 14.302 liter berbagai jenis (merk), prostitusi 328 kali dengan pelaku 825 orang. “Untuk Covid-19, melaksanakan Operasi Yustisi menjaring 12.694 pelanggar, dengan peringatan lisan 7.532 orang dan sanksi 7.532 orang dan saksi tertulis 40 orang, serta denda adiminstrasi 4.125 orang,” pungkasnya. (Otu)

BERITA REKOMENDASI