Antisipasi Omicron di Cilacap, RSUD CILACAP Siapkan 6 Ton Gas Cair

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Cilacap dr M Ichlas Riyanto menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu munculnya Covid-19 varian Omicron di Cilacap.

“Kami juga telah menyiapkan 17 tempat tidur (TT) untuk pasien Covid-19 varian Omicron. Jika kelak varian itu dengan cepat berkembang di Cilacap, maka kami siapkan tambahan yang sebelumnya digunakan pasien Covid-19,” ujarnya, Rabu (12/01/2022).

Sedang persiapan lainnya menyetok gas cair oksigen mencapai 6 ton. Mengingat untuk menangani kasus Covid-19 yang harus menginap membutuhkan gas cair oksigen cukup banyak.

Persiapan lainnya tenaga kesehatan yang khusus merawat pasien Covid-19 varian Omicron itu. “Rumah sakit memiliki 800 karyawan dengan sebagian besar tenaga kesehatan, jadi untuk tahap awal kami rasa cukup,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan, hingga saat ini belum terdeteksi adanya penyeberan varian Omicron di Cilacap. Meski demikian, untuk mencegahnya, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dengan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Sampai saat ini belum terdeteksi adanya Omicron di Kabupaten Cilacap, kasus Covid masih ada satu dan bukan Omicron,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan pengalaman masuknya varian Delta ke Cilacap yang dibawa oleh anak buah kapal (ABK) kapal asing, pihaknya juga memastikan untuk memperketat jalur kapal di pelabuhan serta melakukan sampling antigen di sejumlah titik rawan termasuk di perbatasan masuk Cilacap.

“Di pelabuhan lebih diperketat, sampling pemeriksaan antigen juga sudah dilakukan di pintu perbatasan sejak Natal dan Tahun Baru kemarin, sekarang samplingnya kepada kelompok rawan saja,” ujarnya.

Selain menerapkan prokes ketat dengan 5M, satgas juga lebih memperkuat pencegahan dengan 3T yakni testing, tracing dan treatmen. Serta upaya lain yakni memperkuat kekebalan kelompok dengan percepatan vaksinasi. “Pencegahan juga percepatan vaksinasi supaya cepat selesai, dosis satu sudah 84%, lansia 78%, anak-anak 88%,” lanjutnya. (Otu)

BERITA REKOMENDASI