Arahkan GTT Coblos Capres Tertentu, Dua ASN di Purbalingga Diduga Tak Netral

PURBALINGGA, KRjogja.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga tengah melakukan investigasi terhadap dugaan ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Purbalingga. Sedikitnya Dua ASN telah dimintai klarifikasi di Kantor Bawaslu, Senin (11/2/2019) malam.

"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai ASN yang mengumpulkan sejumlah GTT (Guru tidak tetap) dan mengarahkan kepada pasangan capres," tutur  Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Imam Nurhakim, Senin (11/3/2019) malam.

Imam menambahkan, info yang diterimanya menyebutkan penggalangan GTT untuk memilih pasangan capres tertentu terjadi hampir di semua kecamatan di Purbalingga. Tapi baru kejadian di Kecamatan Bobotsari dan Kertanegara yang diperoleh bukti awal berupa rekaman dan videonya.

Dalam video dan rekaman tersebut, ASN itu tidak secara tegas menyebutkan agar para GTT memilih paslon tertentu. Karenanya, berbekal bukti awal itu, pihaknya melakukan investigasi untuk mengungkap dugaan ketidaknetralan ASN tersebut.  

"Bawaslu berwenang melakukan investigasi untuk menelusuri informasi dugaan pelanggaran Pemilu tersebut," ujar Imam sembari merujuk Peratuan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2018 tentang penanganan pelanggaran.

Bawaslu dibatasi waktu tujuh hari untuk memutus dugaan pelanggaran. Bila hasil investigasi menunjukan terdapat dugaan pelanggaran,  akan ditindaklanjuti melalui mekanisme penanganan pelanggaran.

Bulan lalu, Bawaslu Purbalingga telah melayangkan surat ke Komisi ASN terkait dugaan pelanggaran pemilu. Terlapor merupakan PNS aktif di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga.(Rus)

BERITA REKOMENDASI