ASN Disnaker Kop dan UKM Peduli Warga Terdampak Corona

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak wabah virus Covid-19, Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM secara patungan memberikan bantuan bahan pangan kepada warga Kelurahan Pabuaran Purwokerto Utara, Selasa (07/04/2020).

Pemberian bantuan ini diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas Wahyu Budi Saptono kepada Kepala Kelurahan Pabuaran Misbacul, Muhnir mewakili warga. “Ini bentuk kepedulian ASN Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM terhadap warga terdampak virus Covid-19, seperti kehilangan pekerjaan dan penghasilan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono.

Ia, menjelasakan wabah virus corona atau covid-19 menyebabakan 57 perusahaan di Banyumas seperti hotel dan rumah makan terpaksa harus merumahkan karyawan dan memperhentikan karyawannya karena lumpuhnya roda perekonomian. “Setidaknya ada 1.222 karyawan terpaksa dirumahkan dari 54 perusahaan dan 19 karyawan diberhentikan dari tiga perusahaan,” kata Joko Wiyono.

Menurutnya data itu terus bertambah mengikitu kondisi perusahaan saat ini. “Namun yang paling banyak dari perusahaan hotel dan rumah makan dan data sebanyak 1.222 karyawan ter update hari ini,” ungkapnya.

Berkaitan dengan kondisi itu pihaknya sedang mengupayakan karyawan yang terdampak wabah virus Covid-19 untuk mendapatkan jaring pengaman sosial (JPS) dari pemerintah. “Kami usulkan ke Pemprov Jawa Tengah, karyawan terdampak wabah virus Covid-19 untuk mendapatkan jaring pengaman sosial,” kata Joko.

Dijelaskan selain tenaga dalam negeri dampak wabah virus Covid-19 juga dirasakan pekerja migran asal Banyumas yang terpaksa dipulangkan. Hingga Selasa (07/04/2020) tercatat ada 441 pekerja yang sudah dipulangkan ke Banyumas.

Mereka sebelumnya bekerja di sejumlah negera seperti Hongkong, Taiwan dan Malaysia. Pemulangan pekerja migran setalah melalui proses secrening dari negara mereka bekerja dan setelah masuk Indonesia. (Dri)

BERITA REKOMENDASI