Baleraksa Percontohan Desa Anti Politik Uang

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol menjadi semacam Pilot Project masyarakat anti politik uang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga menetapkan desa itu dalam peluncuran Desa Anti Politik Uang, Minggu (27/1/2019).

Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nur Hakim menuturkan, desa itu dipilih karena adanya permintaan dari warga yang disampaikan melalui perangkat desa ke Bawaslu agar meminta lembaga pengawas pemilu itu menyelenggarakan kegiatan di desa itu. Bawaslu menilai masyarakat Desa Baleraksa bisa diajak kerjasama dalam upaya meminimalisir politik uang.

“Desa Baleraksa menjadi percontohan. Nanti kegiatan serupa akan dilaksanakan di desa lainnya,” ujar Imam, usai acara tersebut. Peluncuran Desa Anti Politik Uang merupakan kegiatan strategis Bawaslu karena masyarakat desa dinilai cukup rentan dalam persoalan politik uang.

Warga didorong memilih pemimpin atau wakil rakyat dengan hati nurani dan akal sehat. Memilih pemimpin atau wakil rakyat dengan memperhatikan visi dan misi, serta rekam jejaknya.

“Masing-masing warga tentu memiliki penilaian dan keyakinan sendiri. Kesadaran itu yang kami dorong,” ujarnya.

Imam menambahkan, peristiwa politik uang bisa terjadi dimana saja. Masyarakat desa merupakan kelompok yang paling rentan dan mudah dipengaruhi dengan politik uang.

Anggota Bawaslu Provinsi Jateng, Gugus Risdaryanto menegaskan pihaknya mengapresiasi peluncuran Desa Anti Politik Uang yang diselenggarakan Bawaslu Purbalingga. Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Jateng itu mendorong Bawaslu Purbalingga menyelenggarakan kegiatan serupa di desa lainnya di Purbalingga.

“Semakin banyak warga mendapat pencerahan mengenai pentingnya memilih pemimpin dan wakil rakyat berdasar hati nurani dan akal sehat, semakin meningkatkan kualitas pemilu,” ujarnya.

Peluncuran Desa Anti Politik Uang di Desa Baleraksa dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Karangmoncol, serta kepada desa, tokoh agama serta masyarakat se Karangmoncol.(Rus)

BERITA REKOMENDASI