Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Beroperasi

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS) Purbalingga kini berstatus In Active Operation alias resmi beroperasi. PT Angkasa Pura II (Persero) mengumumkan aktifnya bandara yang menempel dengan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU di Desa Wirasaba Purbalingga itu Selasa (010/6/2021). Bandara itu secara efektif beroperasi pada Kamis (03/06/2021) mendatang dengan penerbangan komersial.

Status In Active Operation Bandara JBS ditandai dengan kedatangan pesawat baling-baling jenis turboprop (ATR 72) milik maskapai penerbangan Citilink yang terbang dari Bandara Juanda Surabaya pada Selasa 1 Juni 2021 pukul 09.30 wib. Tepat pukul 11.05 pesawat dengan kode penerbangan IG 1856 mendarat mulus di Bandara JBS Purbalingga. Pesawat tersebut mengangkut pejabat Angkasa Pura II dan Citilink dalam Proving Flight to Bandara JBS, Selasa siang (01/06/2021).

“Sejalan terbitnya izin dari Kementerian Perhubungan , saya nyatakan mulai hari ini 1 Juni 2021, secara resmi Bandara Jenderal Besar Soedirman berstatus In Active Operation sehingga semua yang akan memasuki bandara diperlakukan SOP oleh operator bandara.” tutur Direktur Utama PT Angkasa Pura II Persero Muhamad Awaludin di Bandara Soedirman,Selasa siang.

Awaludin menambahkan, untuk tahap awal, tingkat okupansi dari dan menuju Bandara JBS diatas 70 persen. Angka ini merupakan pertanda baik. Pesawat Citilink yang melayani penerbangan ke Purbalingga berkapasitas 72 penumpang. Dengan adanya standart protokol kesehatan harus ada seat (tempat duduk) yang dikosongkan.

“Dari rasio atau okupansi seat capasity yang terutilisasi 70persen itu sudah sangat baik, apalagi ini ditahap awal,“ ujarnya.

Awaluddin menyebutkan AP II telah mendapatkan Sertifikat Bandara Udara (SBU) Nomor 0163/SBU-DBU/IV/2021 selaku operator Bandara Jenderal Besar Soedirman sesuai dengan ketentuan PM 83 Tahun 2017 tentang Bandar Udara (Aerodrome). AP II telah memenuhi persyaratan meliputi fasilitas sesuai standar teknis dan operasi (Manual of Standard) Volume I Bandara Udara dan Volume IV Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PK-PPK).

AP II juga telah menyiapkan dokumen pedoman pengoperasian Bandar Udara (Aerodrome manual), manajemen keselamatan operasi bandar udara (Airport Emergency Plan), dan rencana penanggulangan keadaan darurat untuk menjamin keselamatan. Serta program keamanan bandara yang disahkan oleh Direktorat Keamanan Penerbangan (Airport Security Programe). Informasi tentang SBU diberikan kepada pihak layanan informasi aeronautika yang sesuai untuk disebarluaskan dalam Aeronautic Information Publication (AIP).

Fasilitas sisi udara yang telah siap 100 persen adalah runway 1.600 x 30 meter dan apron 69 x 103 meter untuk melayani pesawat ATR-72 serta fasilitas PKP-PK kategori 5. Fasilitas standar pelayanan bandara juga tersedia di terminal penumpang seluas 20 x 20 meter. (Rus)

BERITA REKOMENDASI