Bangkitkan Wisata Sungai Serayu, Segera Dibangun 5 Dermaga

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama pemerintah pusat pada tahun 2020 akan menggarap wisata Sungai Serayu. Dari Desa Tambaknegara Rawalo hingga Desa Srowot Kalibagor akan dibangun empat dermaga  di atas sungai, sepanjang 10 kilometer. Untuk membangun sarana wisata tersebut, Kabupaten Banyumas mendapatkan bantuan dari dana APBN Rp 12 miliar. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi menjelaskan, saat ini DPU sedang melakukan perencanaan teknis dan anggaran oleh Kemenhub Ditjen Perhubungan Darat. "Pemkab Banyumas lebih fokus mempersiapkan kemungkinan dibutuhkan pembebasan tanah dan sarana pendukung lainnya, seperti jalan masuk," ungkapnya, baru-baru ini.

Bupati Banyumas Achmad Husein membenarkan, pengembangan wisata di Sungai Serayu mulai dilakukan tahun 2020 ini. Dengan dana APBN Rp 12 miliar, Pemkab Banyumas akan membangun empat dermaga di Tambaknegara, Sokawera, Papringan dan Srowot. Juga agan dibangun satu river pass dan pengadaan perahu wisata serta patroli. "Masyarakat akan bisa makan malam di atas perahu dan menyusuri Sungai Serayu, konsepnya seperti wisata sungai di Bangkok," jelasnya.

Menurutnya, untuk tahun ini akan mulai dilakukan pembebasan tanah dan pembangunan dermaga secara bertahap. Ditargetkan dalam dua tahun, pembangunan wisata Sungai Serayu sudah selesai. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan satu titik dermaga, dialokasikan Rp 2,5 miliar. Nantinya rute untuk wisata Sungai Serayu ini dimulai dari Bendung Gerak Serayu (BGS) di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo hingga Desa Srowot Kecamatan Banyumas. Panjang rute diperkirakan lebih dari 10 kilometer.

Berkaitan perizinan, semua sudah selesai. Di antaranya izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak yang mempunyai kewenangan atas Sungai Serayu. Tujuan pembangunan sarana wisata Sungai Serayu untuk menghidupkan perekonomian di Banyumas bagian selatan.

Terpisah, Ketua Paguyuban Masyarakat Serayu, Eddy Wahono mengatakan pihaknya bersama masyarakat di sepanjang Sungai Serayu sudah lama mengharapkan adanya dermaga di Sungai Serayu. Selain untuk meramaikan wisata, juga dimaksudkan untuk mengurangi kegiatan penambangan pasir liar di Sungai Serayu. "Paguyuban Masyarakat Serayu sudah sejak tahun 1998 mengharapkan ada pengembangan wisata serius di Sungai Serayu, karena potensi keindahan Sungai Serayu sangat luar biasa," ungkapnya.

Terkait kemungkinan merusak ekosistem Sungai Serayu atas pembangunan dermaga tersebut, Eddy Wahono menegaskan, tidak perlu dikhawatirkan, sebab yang lebih mengkhawatirkan adalah aktivitas penambangan liar. Bahkan adanya wisata Sungai Serayu akan mengurangi aktivitas penambangan pasir liar. (Dri/Ero)

BERITA REKOMENDASI