Banjir dan Tanah Longsor Landa Cilacap

CILACAP, KRJOGJA.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Barat Cilacap, Minggu sore hingga Senin (14/12/2020) dini hari, telah menyebabkan bencana banjir tanah longsor yang melanda 15 desa pada 5 kecamatan di Kabupaten Cilacap. Dalam kejadian itu ribuan rumah terendam banjir dan empat rumah mengalami rusak-rusak akibat tertimpa longsoran tanah.

“Di Kecamatan Sidareja, tercatat 8 desa dengan 1.490 lebih rumah warga yang terendam banjir setinggi hingga 50 cm,”ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy, Senin (14/12/2020). Terdiri Desa Sidareja, warga terdampak sekitar 420 KK dan 32 KK dengan 90 jiwa harus mengungsi di Musholla Koramil 11 Sidareja dan Gudang TB Slamet Sidareja. Kemudian Desa Gunungreja 350 KK terdampak namun tidak ada pengungsian, Desa Tinggarjaya 150 KK terdampak, Desa Sudagaran 220 KK terdampak dengan 4 KK 12 jiwa mengungsi di rumah kerabatnya Desa Sudagaran, Desa Sidamulya warga terdampak sekitar 200 KK, dan Desa Tegalsari 150 KK terdampak.

Sedang Kecamatan Kedungreja terdapat hanya satu desa yang tergenang banjir degan tinggi hingga 40 cm. “Desa Bumireja dengan 100 KK yang terdampak. Selanjutnya Kecamatan Bantarsari ada dua desa yang terdampak banjir, terdiri Desa Cikedondong dengan 210 KK yang terdampak, Desa Rawajaya 80 KK dan Desa Bulaksari 115 KK.

Banjir juga terjadi di Desa Purwasari, Kecamatan Wanareja, Cilacap, akibat jebol atau dadalnya tanggul Sungai Ciberem, yang menyebabkan puluhan hektar lahan pertanian dengan tanaman padi berumur rata2 1- 2 minggu di desa tersebut terendam banjir. Karena lokasi banjir itu didaerah cekungan, sehingga rendaman banjir tersebut diperkirakan akan berlangsung lama.

BERITA REKOMENDASI