Banjir Rendam Cilacap

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Bencana angin dan banjir melanda wilayah tengah Kabupaten Cilacap, terutama di Kecamatan Sidareja, Cipari,dan Patimuan, Selasa (11/01/2022). Akibatnya sebuah rumah semi permanen milik Kinem (71) warga Dusun Ciputri RT03 RW06 Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan roboh dan rata dengan tanah, serta jalan Sidareja – Wanareja atau jalan alternatif jalur selatan terputus akibat terendam banjir.

“Lokasi jalan terputus tepatnya di Dusun Nusadadi, Desa Tinggarjaya Kecamatan Sidareja sampai dengan Desa Serang Kecamatan Ciari, Cilacap,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Wijonardi.

Menurutnya, jalan provinsi Sidareja – Cipari yang terendam banjir itu sepanjang 3-4 km dengan ketinggian air kedalaman 20-40 cm. Untuk menghndari terjadinya korban, maka para pengemudi kendaraan sudah diperingatkan ketika sampai di Sidareja (Timur) dan di Cipari (Barat), agar tidak melalui jalan tersebut.

Dijelaskan, air banjir itu berasal dari meluapnya aliran Sungai Cidurian yang tidak bisa menampung lagi air hujan yang turun cukup deras di wilayah tersebut. “Tetapi banjir ini akan segera berakhir, jika hujan terhenti,” lanjutnya.

Akibat hujan angin yang turun di wilayah tengah Kabupaten Cilacap itu telah mengakibatkan rumah milik Kinem (71) warga Dusun Ciputri RT03 RW06 Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan roboh setelah diterjang angin kencang. Dalam kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa, namun demikian kerugian material cukup tinggi, karena hampir seluruh puing-puing bangunan yang rohoh itu tidak bisa digunakan lagi. “Untuk itu, kami tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya.

Dikatakan, sesuai informasi cuacar dari BMKG, Cilacap masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sejak pukul 17.54 WIB. Terutama untuk Kecamatan Binangun, Kawunganten dan Cilacap Tengah.

Masyarakat Cilacap di sejumlah kecamatan itu telah diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang) dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, tubuh air atau wilayah rawan banjir, serta lereng yang rawan longsor untuk menjauh. (Otu)

BERITA REKOMENDASI