Banjir Setinggi 1 Meter Kepung Cilacap

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Timur dan Tengah Kabupaten Cilacap sejak Senin sore hingga Selasa (13/11/2018) pagi telah menyebabkan sedikitnya delapan desa di Kecamatan Nusawungu dan Patimuan tergenang banjir. Tinggi genangan antara 50cm hingga 1 meter, sehingga air masuk rumah warga.

Sejumlah desa yang terdampak banjir di Kecamatan Nusawungu diantaranya, Desa Nusawungu, klumprit, Kedungbenda, Banjareja, Nusawangkal, Karang Sembung dan Purwodadi. "Sejak Senin sore, warga sudah memukul kentongan tanda banjir datang,"ujar Tarmin warga Nusawungu.

Mereka pun langsung bersiap-siap menumpuk barang-barang ke lokasi yang lebih tinggi agar tidak terkena banjir. "Sejak lima hari lalu, ada wilayah 5 desa sudah tergenang air, kendati belum sampai masuk rumah warga," lanjutnya.

Camat Nusawungu Agus Firmanudin mengatakan pihaknya masih menginventarisir, sekaligus memantau wilayah yang tergenangi banjir. Apalagi cuaca di wilayahnya masih mendung.

Akibat hujan ekstrem di Kecamatan Patimuan, banjir sempat menggenangi wilayah RW 04, 05, 07, 08 Desa Patimuan, dengan tinggi genangan mencapai 70 cm. Sehinga sebagian air ada yang masuk rumah warga. "Tetapi jika hujan reda banjir akan segera surut," ujar Kades Patimuan Icuk Sudiarto.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan curah hujan di wilayah Timur dan Tengah Cilacap pada Senin malam mencapai 127 milimeter. Sehingga bisa dikatakan ekstrem, akibatnya dapat menimbulkan banjir. "Namun untuk cuaca wilayah Kota Cilacap pada Senin sore hinga Selasa dini hari hanya 23 milimeter, sehingga masuk kategori sedang," katanya.

Namun demikian warga di wilayah pesisir atau Cilacap bagian Selatan agar terus mewaspadai hujan ekstrem yang kemungkin terjadi. mengingat pertumbuhan awan Cummulunimbus atau awan yang dapat menimbulkan hujan lebat masih terkonsentrasi di Cilacap bagian Selatan. (Otu)
 

 

BERITA REKOMENDASI