Basarnas Gelar Pelatihan SAR di Cilacap

Editor: Agus Sigit

Cilacap, KRJOGJA.com – Cepat atau lambat Cilacap akan memiliki banyak bangunan bertingkat tinggi. Maka bila terjadi bencana kebakaran pada gedung tinggi dibutuhkan tenaga dan pengetahuan tentang pertolongan di ketinggian.

Pemenuhan kebutuhan tenaga dan pengetahuan tentang pertolongan di ketinggian tidak hanya dilakukan pemerintah, namun penyediaan tenaga dan pengetahuan tersebut juga dilakukan masyarakat, karena tanggung jawabnya tidak hanya pada pemerintah saja, namun diperlukan pula keterlibatan masyarakat.

Hal itulah yang mendasari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap menggelar pelatihan teknik pertolongan di ketinggian bagi potensi SAR yang ada. “Pelatihan ini melibatkan 50 peserta dari Potensi SAR,” ujar
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap I Nyoman Sidakarya, SH disela-sela pembukaan pelatihan tersebut.

Menurutnya, dengan pelatihan teknik pertolongan di ketinggian bagi Potensi SAR tersebut ditingkatkan koordinasi dan kerjasama antar potensi SAR di Wilayah Kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap serta Kualifikasi Personil dalam Mendukung Pelaksanaan Operasi SAR dengan Tetap Memperhatikan Protokol Kesehatan Covid 19.

Adapun materi yang diberikan diantaranya, MFR (Medical First Responder) meliputi pengantar pertolongan pertama, pemindahan korban, cidera alat gerak, bantuan hidup dasar dan Teknik pertolongan di ketinggian seperti safeti di ketinggian, teknik simpul, anchoring, belaying, Ascending, Discanding, Lifting dan Lowring.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan SAR, sehingga semakin menambah wawasan dan pengetahuan serta ketrampilan peserta dalam bidang SAR khususnya pertolongan di ketinggian bagi potensi pencarian dan pertolongan, “ujar Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji usai membuka pelatihan tersebut. Dengan bekal pengetahuan tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan upaya pertolongan di ketinggian dan dapat meminimalisir kerugian yang di timbulkan.

“Untuk itu, dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan pencarian dan pertolongan Kantor SAR Cilacap harus terus mengoptimalkan sumber daya manusia potensi untuk mendukung penyelenggaraan Operasi SAR dan di harapkan dapat mengurangi kecenderungan masyarakat untuk terlalu bergantung pada pemerintah dalam menghadapi kecelakaan, musibah maupun bencana, “lanjutnya.

Dijelaskan, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan memiliki kewajiban melaksanakan pembinaan Potensi SAR ke semua kalangan di seluruh penjuru tanah air.

“Kami menyadari dengan terbatasnya SDM yang kami miliki, keterlibatan potensi SAR sangat membantu dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan menjadi penting, karena Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, jadi upaya ini menjadi bagian dari membangun karakter bangsa dan pencegahan di bidang SAR (SAR Preventive),”katanya. Pembukaan pelatihan SAR itu dihadiri Direktur Bina Potensi Basarnas Pusat Drs Mochamad Hernanto. (Otu)

 

BERITA REKOMENDASI