Belajar Toleransi, TK Santa Maria Sambangi TK Pelita Harapan

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA (KRjogja.com) – Sedikitnya 89 murid dan guru Taman Kanak-kanak (TK) Santa Maria Purbalingga mengunjungi TK Pelita Harapan di Kompleks Perumahan Griya Abdi Kencana, Rabu pagi (16/11). Kunjungan TK berbasis keagamaan Katholik itu ke TK yang mayoritas muridnya beragama Islam  merupakan bagian dari proses menanamkan sikap toleransi kepada terhadap perbedaan.

"Kebetulan waktunya tepat karena hari ini merupakan Hari Toleransi se Dunia," tutur Kepala TK Santa Maria, Elis Purwanti, disela-sela kunjungannya, Rabu pagi (16/11).

Elis yang didampingi guru TK Santa Maria, Mariska Yuniarti Nur Darmayanti menambahkan, pihaknya memperkenalkan toleransi sejak dini kehidupan sehari-hari kepada murid-muridnya. Menanamkan pemahaman hidup bersama orang yang berbeda agama, suku dan kebudayaan.  Mereka harus memahami arti toleransi dalam arti konkret.

Melalui kegiatan kunjungan ke TK yang mayoritas muridnya beragama Islam, murid TK Santa Maria diminta mengaplikasikan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kunjungan itu, murid TK Santa Maria yang membawa bekal makanan diminta berbagi dengan kawan baru dari TK Pelita Harapan. Sebuah tindakan kecil yang menurutnya sebuah awal proses belajar mengaplikasikan rasa sayang, mengasihi kepada teman yang berbeda agama, suku, budaya dan lainnya.

Dalam kunjungan itu, murid dua TK yang berbeda itu diajak menyanyi dan menari bersama, saling memperkenalkan nama dan alamat masing-masing. Serta mengenal tata cara berpakaian. Misalnya, murid TK Santa Maria dijelaskan mengenai pakaian muslim. Murid TK Santa Maria juga mengamati dari dekat masjid yang berada tidak jauh dari TK Pelita Harapan dan dilanjutkan makan bersama. Sebelum makan, murid TK Santa Maria mengamati tatacara muridPelita Harapan yang muslim berdoa dan sebaliknya.

Melalui kegiatan pembelajaran dalam kontekstual dan situasional itu, pihaknya ingin menunjukkan murid TK pun mampu bertoleransi, menghargai umat yang berbeda agama, suku dan kebudayaan. Menunjukkan perbedaan itu indah. Kendati berbeda tetap bisa bersahabat, saling menyayangi dan mengasihi. Prinsipnya kedamaian adalah yang utama. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka mampu memupuk kebersamaan dengan orang lain.
"Kalau yang masih anak-anak saja bisa toleran, kenapa banyak orang dewasa justru tidak bisa," tutur Elis.

Kepala Sekolah TK Pelita Harapan, Rantiana Saptuti antusias menyambut kunjungan murid dan guru TK Santa Maria. Menurutnya, kunjungan itu tidak hanya bermanfaat bagi si tamu. Dengan kedatangan tamu dari komunitas agama yang berbeda, membuat wawasan anak didiknya terbuka.
"Murid-murid kami semula hanya mengenal lingkungan sendiri yang mayoritas muslim. Sekarang jadi mengenal kawan baru dari sekolah lain, dengan agama lain dan suku lain. Itu pondasi dan bekal yang luar biasa. kelak mereka dewasa bisa menghargai dan menghormati perbedaan," ujarnya. (Rus)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI