Benda Sejarah dan Budaya Terancam Rayap, Museum Soegarda Poerbakawatja Lakukan Fumigasi

Editor: Agus Sigit

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Koleksi benda-benda bernilai sejarah dan budaya di Museum Soegarda Poerbakawatja tidak lepas dari ancaman hama rayap. Agar koleksi dan bangunan yang berada di Jalan Alun-alun Utara itu tetap terawat, pengelola museum harus secara berkala melakukan proses fumigasi.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan DAK Nonfisik Museum dan Taman Budaya Tahun 2021 di Museum Soegarda Poerbakawatja, Wasis Andri Wibowo menuturkan, proses perawatan telah dilaksanakan selama lima hari, yakni dari tanggal 21 hingga 25 September 2021. Biasanya proses fumigasi membutuhkan waktu sepuluh hari.

“Tapi karena sudah pernah fumigasi jadi hanya butuh waktu lima hari saja,” ujarnya kepada wartawan Wasis Andri Wibowo, Selasa pagi (26/10/2021).

Setelah proses fumigasi, pengelola museum juga melakukan perawatan koleksi secara mandiri. Khususnya koleksi yang bukan dari kayu, kertas maupun kain.

“Kebetulan, kunjungan museum sedang tidak terlalu padat, sehingga petugas museum mudah melakukan perawatan koleksi,” ujar Wasis.

Direktur PT Indo Matra Fumigasi dari Semarang, Ali Mas’ad menuturkan, proses fumigasi dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi koleksi dan kondisi bangunan. Dalam proses

fumigasi, pihaknya menggunakan bahan kimia yang direkomendasikan untuk digunakan pada barang-barang di museum.

“Proses fumigasi harus dilaksanakan secara berkala demi memastikan rayap tidak merusak koleksi dan bangunan museum,” ujarnya.

Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga memajang banyak koleksi barang bersejarah yang berbahan kayu, kain bahkan kertas. Di antaranya, ranjang tidur Bupati Purbalingga ke 7, Dipokusumo V. Terpajang pula koleksi kain batik, wayang suket, replika dapur kuno hingga tombak.

Pengelola Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga juga sangat intensif dalam perawatan pada koleksi senjata kuno. Upaya perawatan dilaksanakan dengan menggelar jamasan secara berkala. (Rus)

 

BERITA REKOMENDASI