Bikin Terenyuh..Gadis Ini Ngaku Dicabuli Ayah dan Kakak Kandungnya

Editor: Agus Sigit

BANYUMAS, KRJogja.com – Setelah menerima laporan Unit Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas, berhasil mengamankan WTM (46) dan SA (18) warga Kecamatan Ajibarang. Kedua tersangka merupakan ayah dan anak yang telah melakukan persetubuhan terhadap gadis Aj yang merupakan anak dan adik kandungnya.

“Mereka ditahan diduga telah menyetubuhi gadis Aj yang merupakan anak kandung WTM dan adik kandung SA,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, Kamis (16/9/2021). Perbuatan bejat dilakukan oleh kedua tersangka terjadi di rumah mereka pada tanggal 5 September 2021 dan 11 September 2021.

Kasus itu terungkap setelah perangkat desa setempat di Ajibarang menerima informasi dari Polsek Karanglewas, Banyumas, bahwa korban Aj kabur dari rumahnya setelah disetubuhi dua tersangka yang merupakan ayah dan kakak kandungnya. “Saat ditanya korban AJ meninggalkan rumah karena telah disetubuhi yang dilakukan ayah dan juga kakak kandungnya,” jelas Kompol Berry.

Selanjutnya Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banyumas yang meneriman laporan kejadian tersebut melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua pelaku di rumahnya.

Kepada penyidik kedua pelaku mengaku melakukan perbuatan bejat dengan cara masuk ke kamar korban saat korban sedang tidur. “Ada ancaman dan juga korban diminta tidak memberitahu kepada siapapun oleh pelaku,” terang Berry.

Dua tersangka saat menjalani pemeriksaan penyidik.(Foto:Ist)

Untuk pengusutan lebih lanjut polisi saat ini menahan dua pelaku, dan menita barang bukti berupa satu potong baju lengan panjang warna merah, satu potong celana panjang warna biru, satu potong miniset warna crem dan satu potong miniset warna krem.

Perbuatan bejat kedua tersangka, sesuai pengakuan korban sudah dilakukan selama kurang lebih tiga tahun yang lalu hingga sekarang.

Terkait dengan perbuatanya kedua pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 Undang Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara. (Dri)

BERITA REKOMENDASI