BNNP Jawa Tengah Sita Aset Tanah dan Bangunan Hasil Pencucian Uang

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Setelah melalui penyidikan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Kamis (18/2/2021) menyita aset tanah dan bangunan serta puluhan burung senilai Rp 605.500.000 yang merupakan hasil kejahatan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama tersangka Budiman (43) warga binaan Lapas Kelas II A Purwokerto.

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Dr Benny Gunawan saat melakukan penyitaan aset tanah, bangunan serta puluhan burung berharga mahal di Desa Kutasari, Baturraden, Banyumas menjelaskan tersangka Budiman yang menjadi warga binaan Lapas Purwokerto berperan sebagai bandar narkoba yang mengatur peredaran dari Lapas Purwokerto.

“Sejak tahun 2016 sewaktu masih dipenjara tersangka Budiman tetap menjalankan bisnis narkotika dengan cara menerima setoran pembayaran dari pembelinya melalui rekening istrinya dan rekening adiknya kholidin napi kasus Narkotika untuk membeli narkotika dan sebagian lagi keuntungan dibelikan aset tanah dan rumah bangunan bertingkat selanjutnya disita penyidik BNNP Jawa Tengah,” kata Benny Gunawan.

Menurutnya kasus TPPU terungkap setelah tim gabungan Lapas Kelas II A Purwokerto bekerjasama BNNK Banyumas, BNNP Jawa Tengah dan Polresta Banyumas pada akhir Januari 2021 berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang narkotika.

Dari uang hasil kejahatan tersebut oleh tersangka Budiman dibelikan sebidang tanah seluas 85.4 M 2 dan untuk membangun sebuah rumah 2 lantai di RT 007 RW 004 Desa Kutasari, Baturraden Rp 500 juta. Kemudian 22 burung berkicau jenis murai, jalak, Kolibri, dan cabe cabeaan senilai Rp 100 juta. Selain aset tanah bangunan dan burung juga disita uang tunai Rp 6,5 juta.

BERITA REKOMENDASI