BPJAMSOSTEK Dukung Jaminan Sosial Masuk Kurikulum Pendidikan

Editor: Agus Sigit

PURWOKERTO,KRJogja.com –  BPJAMSOSTEK Cabang Purwokerto, Jawa Tengah mendukung adanya wacana jaminan sosial masuk kurikulum pendidikan menengah, dan tinggi. Wacana itu muncul  dalam kegiatan webiner yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), bersama  BPJS Kesehatan, dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).
Sebelumnya Direktur Umum dan SDM BPJAMSOSTEK Abdur Rahman Irsyadi  mengatakan bahwa sebagai lembaga penyelenggara jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan membutuhkan sebuah strategi perluasan akses jaminan sosial bagi kelompok pelajar dari usia,  dini hingga perguruan tinggi sebagai calon peserta jaminan sosial di masa depan.
” Salah satunya melalui dibentuknya sebuah kurikulum pendidikan dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi, agar literasi mengenai pentingnya jaminan sosial dapat diketahui secara komprehensif dan menyeluruh,” kata Abdur Rahman Irsyadi, dalam relesnya yang diterima KRJogja.com Rabu (29/6/2022).
Menurutnya dengan negara hadir melalui kolaborasi  dan sinergi antar stakeholder yang terkait yakni Kemenko PMK, DJSN, Kemendikbud, Kemenaker dan Kemenag sangat penting, dalam merumuskan dan menyinkronkan kebijakan sistem Jaminan Sosial melalui kurikulum pendidikan, sehingga literasi jaminan sosial ini bisa masuk ke bagian atau bab mata pelajaran dari kurikulum resmi pendidikan di Indonesia, khususnya untuk mata pelajaran PPKN atau Kewarganegaraan.
Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Purwokerto, Agus Widiyanto, Rabu (29/6/2022) kepada KRJogja.com menyampaikan bahwa ia mendukung adanya kurikulum pendidikan  tentang jaminan sosial agar masyarakat serta pemberi kerja sadar akan pentingnya jaminan sosial.
 “Gerakan tentang adanya kurikulum terkait jaminan sosial ini penting untuk diadakan, agar para pelajar, dan mahasiswa paham betul akan pentingnya jaminan sosial karena bagaimanapun juga para penerus bangsa ini nantinya akan mempunyai pekerjaan juga sehingga dengan sadarnya mereka akan pentingnya jaminan sosial mereka tidak perlu khawatir lagi dalam melaksanakan pekerjaannya. Biar BPJAMSOSTEK yang melindungi mereka,” kata Agus Widiyanto. (Dri)

BERITA REKOMENDASI