BPJAMSOSTEK Serahkan Data Calon Penerima BSU Tahap II

Editor: Agus Sigit

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Setelah menyerahkan data tahap I, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dua pekan lalu, BPJAMSOSTEK kembali menyerahkan data calon penerima BSU tahap II kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Penyerahan data Tahap II ini berjumlah 1.25 juta pekerja, sehingga total yang telah diserahkan BPJAMSOSTEK hingga saat ini sebanyak 2.25 juta data dari target BSU tahun 2021 yang menyasar 8.7 juta lebih pekerja.

Sebelumnya pada tahap I yang lalu, dari 1.000.200 data yang diserahkan, diketahui jumlah pekerja yang menerima dana BSU berjumlah 947.669 pekerja.

Dari data sebanyak itu 42.153 pekerja dinyatakan tidak lolos verifikasi karena tercatat sebagai penerima bantuan sosial yang lain, serta 10.378 lainnya dinyatakan gagal transfer yang disebabkan karena rekening pekerja yang berstatus dormant atau tidak valid.

Khusus untuk yang gagal transfer selanjutnya akan dilakukan pembukaan rekening secara kolektif. Seperti diketahui, BSU disalurkan melalui Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN).

Berkaitan dengan penyerahan data penerima BSU tahap II oleh BPJAMSOSTEK pusat kepada Kementerian Tenaga Kerjaaan, kepala BPJAMSOSTEK Cabang Purwokerto Agus Widiyanto, Rabu (25/8/2021) menghimbau agar seluruh Perusahaan yang ada di wilayah kerja BPJAMAOSTEK Cabang Purwokerto yang meliputi Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara untuk menjaga validitas data yang diberikan guna memperlancar pemberian BSU dan tepat sasaran untuk para penerimanya.

“Kami selalu menghimbau dan berkoordinasi aktif dengan para HRD dari perusahaan untuk memberikan data yang valid, sehingga program BSU ini tepat sasaran dan juga para pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial” pinta Agus.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan persnya menyampaikan, penyerahan data BSU dilakukan secara bertahap guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.

Ia, mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan selalu menjaga validitas datanya. Para pekerja juga harus selalu memastikan telah mendapat perlindungan BPJAMSOSTEK. “Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, pekerja terlindungi dari risiko kerja, dan juga mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU dan cek di HRD masing-masing,” tegas Anggoro.

BERITA REKOMENDASI