Budaya Bangun Karakter Bangsa

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Nilai luhur Bangsa Indonesia tercermin pada produk budayanya yang adi luhung. Pruralitas yang memperkaya karakter pribadi perlu berpedoman pada ideologi Pancasila.

Hal tersebut diangkat dalam dialog interaktif bertajuk Penguatan Karakter Bangsa untuk Keutuhan Umat yang dikemas dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Parikesit Jumeneng Ratu oleh dalang ki Anom Djiwo Kangko di pelataran santai (Plasa) Alun-alun Kota Karanganyar, Jumat (15/07/2016) malam.

Acara hasil kerjasama Setditjen Informasi Publik Kementrian Kominfo dengan Pemkab Karanganyar itu mengadirkan Bupati Juliyatmono, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Rosarita Niken Widyastuti, Kepala Badan Litbang SDM Basuki Yusuf Iskandar, Kepala Biro Humas Kementrian Kominfo Ismai Cawidu dan Pengasuh Ponpes Al Muayyad Windan KH Dian Nafi. Dipandu sang Petruk selaku moderator, materi berbobot dialog interaktif disajikan cukup menghibur dan bertabur humor segar.

“Sekarang ini terjadi degradasi karakter bangsa yang mengancam keutuhannya. Kini bagaimana kita menguatkan identitas nasional sesuai program revolusi mental yang diprioritaskan presiden. Nilai-nilai positif yang disampaikan lewat wayang kulit bukan sekadar tontonan namun juga tuntunan, merupakan cara efektif,” kata Rosarita.

Pada dasarnya, bangsa Indonesia berkarakter saling menghormati antarsesama meski selalu menghadapi aneka perbedaan. Justru nuansa prural memperkaya Indonesia. Terkait karakter pribadi, masyarakat perlu menerapkan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (M-8)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI