Bupati Banyumas Masuk Bursa Cagub Jateng

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Berdasarkan hasil survai yang dilakukan lembaga riset Charta Politika di Provinsi Jateng, Bupati Banyumas Achmad Husein, masuk menjadi salah satu kandidat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) bersama tokoh lainya menggantikan Ganjar Pranowo. Dalam survai tersebut bupati yang yang gila kerja, dan sudah dua kali periode itu berada di posisi keenam dengan meraih 3,4 persen responden.

Posisi Bupati Banyumas Achmad Husein berada di bawah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Kemudian Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan Mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Saat dikonfirmasi Banyumas, Achmad Husien, Jumat (15/04/2022) petang ia berkaitan dengan hasil survai tersebut tidak banyak komentar. Ia mengatakan akan ikut lomba Adzan saja. “Nggah lah, mau ikut lomba Adzan saja,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam keterangan persnya menyebutkan dalam survai Gibran meraih 28,5 persen responden. Gibran Rakabuming Raka menduduki peringkat pertama dengan 28.5 persen. Kemudian di bawah Gibran ada nama Taj Yasin Maimoen dengan 11,3 persen, urutan ketiga ada Hendrar Prihadi (Hendi) dengan 6 persen.

Selanjutnya ada FX Hadi Rudyatmo dengan angka 3,7 persen, di urutan kelima ada Sudirman Said dengan angka 3,6 persen. Kemudian dirutan keenam ada nama Bupati Banyumas Achmad Husein dengan angka 3,4 persen, lalu Rustiningsih dengan angka 2,2 persen.

Selanjutnya ada nama Komjen Condro Kirono dengan angka 1,7 persen sementara untuk nama lainnya sebesar 2,7 persen. Dalam survai tersebut juga disebutkan responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 37 persen.

Survei yang dilakukan Preferensi Sosial dan Politik Masyarakat Provinsi Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 14-19 Februari 2022. Metode survai menggunakan multistage random sampling jumlah sampel di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 1.090 Responden. Yakni dengan wawancara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, dan margin of error kurang lebih 2.97 persen. (Dri)

BERITA REKOMENDASI