Bupati Banyumas Tegaskan Tak Perintahkan Pembubaran PKL Alun-alun

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Bupati Banyumas Achmad Husein, Rabu (09/06/2021) mengatakan ia tidak menyuruh anggota Satpol PP untuk membubarkan dan menyemprot desinfiktan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di Jalan Pengadilan atau sekitar Alun-alun Purwokerto. Penjelasan Bupati Banyumas disampaikan kepada PKL saat audensi di rumah dinas bupati.

“Waktu itu saya sedang sakit dan tidak memerintahkan pembubaran atau penyemprotan terhadap PKL,” kata Achmad Husein.

Bupati menyayangkan apa yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Banyumas pada Sabtu (07/06/2021) lalu yang membubarkan PKL Alun-alun dengan cara menyemprotkan desinfiktan menggunakan mobil pemadam kebakaran. Menurutnya keberadaan PKL disekitar Alun-alun ada kebijakan khusus deskresi yakni kebijakan karena situasi, sehingga PKL tetap boleh berjualan yang sifatnya sementara untuk menunggu solusi dan penempatan lokasi.

Meski begitu PKL diminta untuk tetap meneterapkan protokol kesehatan (prokes) seperti jaga jarak tidak berkerumun, memakai masker dan cuci tangan sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19.” PKL diperbolehkan jualan dari pukul 16.00 hingga pukul 21.00 WIB,” terang Achmad Husein.

Kepala Satpol PP Banyumas Eko Heru Surono dalam klarifikasinya didepan PKL dan Bupati Banyumas mengatakan pembubaran atau penyemprotan desinfiktan terhadap gerobak PKL sebelumnya sudah kordinasi dengan Sabhara Polresta Banyumas. Serta landasan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang lokasi bebas PKL, sepanjang Jalan Jenderal Soedirman. Meski begitu ia kalau apa yang dilakukan itu selahan ia mengaku siap mengakui kesalahannya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Sehati PKL Alun-alun Purwokerto, Aliyanto siap mematuhi protokol kesehatan dan membentuk Satgas di paguyuban jika ada kerumunan untuk membubarkan. (Dri)

BERITA REKOMENDASI