Bupati Tasdi Borong Jajanan Pasar

PURBALINGGA (KRjogja.com) – Beragamnya jenis makanan tradisional di Purbalingga terpampang pada kegiatan Festival Jajajan Pasar di areal parkir Stadion Goentoer Purbalingga, Minggu (14/08/2016).

Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun itu untuk mengangkat potensi-potensi lokal yang sudah berkembang di Purbalingga. Semua makanan yang tersaji pada kegiatan itu dijual dengan harga sama, Rp 1000.

"Festival kali ini diikuti oleh jajanan pasar yang berkembang diseluruh antero Purbalingga seperti daerah utara dari Desa Rembang, Sumampir, Bobotsari, Pekuncen, Goa Lawa dan lainnya. Juga diikuti para perajin dari Bukateja, Kutawis, Kemangkon, Pasar Badog, Pasar pagi Gang Sawo, dan dari Kajongan, Bojongsari," tutur Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menenegah (UMKM) Dinas PerindustrianPerdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop), Adi Purwanto, Minggu (14/8).

Menurut Adi di Purbalingga terdapat banyak sekali makanan tradisional  yang mulai dilupakan. Melalui kegiatan festival, pihaknya berupaya melestarikan semua jenis makanan tersebut.

Bupati Purbalingga Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi yang menghadiri kegiatan tersebut memborong jajanan pasar serba seribu tersebut. Bupati bahkan sempat 'memprovokasi' seluruh pejabat yang mengikutinya agar membeli jajanan pasar yang disiapkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu.

Tasdi menuturkan, ia dan isterinya bukan sekadar hadir untuk membuka kegiatan. Tapi ikut membeli makanan lokal yang sudah dibuat oleh rakyat. Sekaligus sebagai bentuk kebersamaan untuk mengembangkan jajanan pasar ini lebih bernilai ekonomi. (Rus)

BERITA REKOMENDASI