Cari ‘Jalan Tikus’ Akali Larangan Mudik, Tarif Travel Melonjak

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Bagi warga yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, keinginan mudik atau pulang ke daerah terhalang kebijakan yang melarang warga Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mudik ke daerah. Upaya kucing-kucingan dilakukan untuk menghindari petugas yang menghadang di sejumlah checkpoint Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Caranya dengan menggunakan jasa sopir travel atau kendaraan pribadi yang paham betul jalur alternatif melalui jalan pedesaan,” tutur Anton seorang warga Purbalingga, Sabtu sore (25/4/2020).

Anton yang sedang pusing karena anaknya terjebak di Tangerang itu menambahkan, sebelum peraturan larangan mudik diberlakukan pada Jumat (24/4/2020), tarif menjemput dari Tangerang dan mengantar ke Purbalingga hanya Rp 2 Juta perorang. Harga itu dinilai wajar karena sudah termasuk ongkos sopir, BBM dan tarif tol. Apalagi setiap kendaraan dibatasi jumlah penumpangnya. Yakni satu penumpang dalam satu baris kursi.

Setelah muncul larangan mudik, tarifnya melonjak antara Rp 3,5 Juta hingga Rp 4 Juta perorang. Harga itu hanya untuk membayar jasa sopir dan BBM. Sopir itu menghindari jalan tol, jalan nasional dan jalan raya lainnya.

“Sopir itu mengaku tahu persis jalan tikus (jalan desa) dari Tangerang ke semua kota di Jateng yang tidak terpantau oleh petugas,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI