Cek Harga Sembako, Jokowi Beli Beras di Pasar Pelem Gading

CILACAP, KRJOGJA.com – Usai meresmikan PLTU Karangkandri Cilacap Ekspansi I, Presiden Joko Widodo atau Jokowi blusukan ke Pasar Tradisional Pelem Gading Cilacap.  Kepala negara ditemani Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Rini Soemarno, Jokowi memantau harga kebutuhan pokok. 

Menurut Lina salah satu pemilik kios, sampai saat ini harga beras masih stabil. "Bapak beli beras mentik wangi 10 kilogram, harganya Rp13.500 per kg," ujarnya. 

Sehingga untuk membuktikannya, Jokowi membeli beras jenis premium sebanyak 10 kilogram, dengan menyerahkan uang senilai Rp 200 ribu tanpa meminta pengembalian. 

Usai membeli beras, Jokowi kembali berkeliling Pasar Pelem Gading dan memutuskan berhenti ke salah satu kios yang menjual tempe. Mantan Walikota Solo itu juga berdialog dengan pedagang tempe itu. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 1.257 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Cilacap. 
"Ibu-ibu semuanya, uang PKH bulan Januari sudah diterima ya masuk ke rekening. Tapi hari ini katanya sudah entong (Habis), apa iya. Tadi saya lihat masih ada yang ngambil 600 rupiah, ngambil 400 rupiah, ada yang ngambil 200 rupiah, berarti masih,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mengingatkan kembali agar dana yang diterima dipergunakan untuk hal-hal yang penting seperti keperluan sekolah maupun peningkatan gizi anak. “Agar anak kita ini sehat-sehat semuanya, pertama. Anak kita juga karena gizinya baik otaknya juga jadi cerdas-cerdas semuanya, pintar-pintar semuanya. Nggih mboten (Beul ngga)?” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan agar penggunaan PKH dapat direm, direncanakan, dan tepat sasaran. “Gini loh, kalau ada tranfer gitu harus sudah punya rencana. Dapat transfer 1.500.000 plek, yang 300 mau saya pakai untuk gizi anak. Harus ada seperti itu, harus ada perencanaan,”jelasnya.

Selain direncanakan, Presiden juga menyarankan agar pengeluaran anggaran yang dimiliki dapat tercatat. “Syukur-syukur tercatat. Nggih. Tercatat, jadi bagus pemakaiannya dan jangan tergesa-gesa memakai. Hitung betul, dikalkulasi betul bahwa yang dikeluarkan itu benar-benar bermanfaat bagi keluarga kita. Harus benar-benar bermanfaat bagi keluarga kita,” ujar Presiden. (Otu/Cha)

BERITA REKOMENDASI