Cilacap Banjir, 4 Kecamatan Terendam

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Banjir di wilayah Cilacap, tidak hanya melanda Kecamatan Kroya, Sampang dan maos, namun telah meluas ke Kecamatan Nusawungu, akibat meluapnya aliran Sungai Gatel dan Sungai Bodo (Perbatasan Cilacap-Banyumas-Kebumen), Kamis (29/10/2020). Sedang banjir di Kecamatan Kroya, kini naik kembali setelah sempat surut akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Cilacap dan Banyumas, Rabu malam hingga Kamis Dini Hari.

Camat Nusawungu Agus Supriyono, mengatakan, banjir yang diakibatkan meluapnya aliran Sungai Gatel dan Sungai Bodo telah merendam tiga desa terdiri Desa Klumprit, Banjareja dan Kedung Benda. Namun demikian, sebagian besar banjir itu merendam ribuan hektar lahan pertanian, yang petaninya baru memulai mengolah tanah. “Untuk warga yang rumahnya terendam banjir masih diinventarisir. Namun area pemukiman yang terendam banjir tidak seluas lahan pertanian yang tertutupi banjir, sehingga diperkirakan tidak begitu banyak,”lanjutnya.

Menurutnya, banjir yang terjadi di Kecamatan Nusawungu merupakan banjir tahunan, terutama di musim penghujan, karena pada musim penghujan aliran sungai Gatel dan Sungai Bodo beserta anak sungainya akan meluap menggenangi wilayah yang ada disepanjang aliran sungai tersebut. “Rabu malam hingga Kamis dini hari hujan sangat lebat terjadi di wilayah perbatasan Cilacap dengan Banyumas dan Kebumen, sehingga sejumlah sungai di Nusawungu meluap alirannya dan melimpas ke daerah Nusawungu,”katanya.

Diakuinya, rusak atau tidak berfungsinya pintu klep di sekitar Desa Banjareja membuat air limpasan sulit mengalir kembali ke Sungai Bodo dan menggenangi wilayah desa-desa yang ada di sekitarnya. “Kamis pagi, warga Nusawungu tengah bekerja bakti membersihkan sampah di sekitar pintu klep itu, sehingga diharapkan Kamis siang, pintu klep itu bisa normal kembali.

BERITA REKOMENDASI