Cilacap Kembangkan Pustaka Apung Untuk Wilayah Terpencil

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Dalam rangka menumbuhkan Dalam rangka menumbuhkan minat membaca di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Cilacap bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar kegiatan Pengembangan Minat dan Budaya Baca, Kamis (31/10/2019). Disamping mendatangkan Drs Renus Siboro,Msi dari Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca di Perpustakaan Nasional sebagai pemateri, juga Ferry Curtis penyanyi balada dan penggerak 'gemar membaca'.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 menunjukan, dari 27,7 juta penduduk miskin di Indonesia, 62% di antaranya tinggal di pedesaan. Kondisi ini menyebabkan pembangunan tidak merata di beberapa wilayah Indonesia khususnya pedesaan, daerah terpencil, dan perbatasan,"ujar Drs Renus Siboro,Msi. Keadaan tersebut mendorong meningkatnya urbanisasi dan kriminalisasi.

Sedang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mengalami penurunan sejak tahun 2015 di mana saat ini menempati peringkat ke 113 dari 188 negara. Dengan salah satu unsur penunjang tinggi rendahnya IPM tersebut adalah unsur education yang di dalamnya terdapat penilaian terhadap reading performance suatu negara. Indonesia menempati peringkat terbawah dengan total mean score sebesar 397.

Menurutnya, mencermati persoalan itersebut, maka Perpustakaan Nasional merancang program unggulan berupa transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, bertujuan memberikan impact langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

"Perpustakaan berbasis Inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak azazi manusia,"lanjutnya.
Dijelaskan, jumlah Perpustakaan sampai dengan November 2018 sebanyak 164.610 perpustakaan. Sementara, perpustakaan yang dipersepsikan memenuhi standar nasional, capai 19,48% perpustakaan (sebanyak 30.838 perpustakaan).

"Data Perpustakaan Nasional 0,58% atau 910 perpustakaan telah terakreditasi sebagai perpustakaan ber-SNP,"katanya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Cilacap, Supriyanto mengatakan, sebagai upaya meningkatkan pelayanan untuk daerah terpencil, pihaknya kini tengah mengembangkan pustaka apung atau Floating Library. Hal itu merupakan upaya yang terus dilakukan bersama stakeholder dengan sinergi berbagai pihak yang telah melakukan yang sama dalam mendorong perpustakaan di Cilacap.

Tentu saja, sasaran dari pustaka apung itu  4 desa di Kawasan Segara Anakan atau Kecamatan Kampung Laut, terdiri Desa Klaces, Ujung Alang, Ujung Gagak dan Panikel. Ditambah Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah.

Menurutnya, program itu sudah dibuka pekan lalu, dengan mengedrop buku-buku perpustakaan menggunakan perahu. "Kemarin kami mengedrop buku-buku perpustakaan ke Puskesmas Kampung laut. Para pasien yang tengah mengantre pengobatan memanfaatkan waktunya dengan membaca,"katanya. (Otu)

 

BERITA REKOMENDASI